Sabtu 07 April 2018, 17:00 WIB

Presiden: Pemimpin Harus Bawa Optimisme, bukan Pesimisme

Rudy Polycarpus | Politik dan Hukum
Presiden: Pemimpin Harus Bawa Optimisme, bukan Pesimisme

ANTARA/INDRIANTO EKO SUWARSO

 

PEMIMPIN harus bisa membawa semangat optimisme, bukan mengumbar pesimisme dan ketakutan kepada rakyat.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo kepada relawannya yang hadir dalam Konvensi Nasional Galang Kemajuan 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/4).

"Jangan kita bicara pesimis 2030 bubar! Pemimpin itu harusnya memberikan semangat kepada rakyatnya, meskipun tantangan sangat berat," ujar Presiden berapi-api sembari disambut riuh tepuk tangan pendukungnya.

Jokowi bicara soal isu Indonesia bubar pada 2030 menanggapi pernyataan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Jokowi menegaskan masyarakat tidak boleh pesimistis mengenai ramalan bubarnya NKRI.

Ia menegaskan bahwa Indonesia tengah melaju pada jalur yang tepat. Jokowi juga mengatakan Indonesia akan menjadi negara yang besar dengan perekonomian kuat. Namun untuk menuju ke sana, terlebih dulu harus menghadapi berbagai tantangan.

Jokowi mengingatkan untuk menjadi sebuah negara maju, pemerintah beserta rakyat tidak boleh bermalas-malasan. Sebaliknya, semua unsur harus bekerja keras dan bahu-membahu untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju.

"Indonesia akan menjadi sebuah negara besar, negara kuat ekonominya, memang melalui ujian-ujian, tidak mungkin instan. Melalui cobaan-cobaan. Mampu menghadapi tantangan-tantangan, mampu menghadapi rintangan-rintangan. Nggak mungkin enak-enakan langsung menjadi negara besar, negara kuat. Nggak ada rumusnya seperti itu," tandasnya. (X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More