Selasa 17 Maret 2015, 00:00 WIB

Dana UN di Daerah belum Cair

MI/ Palce Amalo | Humaniora
Dana UN di Daerah belum Cair

ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

 
ANGGARAN untuk pelaksanaan ujian nasional (UN) di daerah-daerah hingga kemarin belum juga cair. Padahal, UN jenjang SMA dan sederajat tinggal sebulan lagi, yakni akan digelar pada 13-15 April. Akibat belum cairnya anggaran UN, beberapa sekolah terpaksa menggunakan anggaran bantuan operasional sekolah (BOS), dana komite sekolah, serta mengutang ke bank untuk persiapan UN. Di Nusa Tenggara Timur misalnya, Kepala SMAN 3 Kupang Selfiana Dethan menyampaikan pihaknya sepakat memanfaatkan dana BOS dan komite sekolah untuk mendanai persiapan dan pelaksanaan UN.

"Penggunaan dana untuk pengadaan snack, alat tulis, pengawas ujian, dan ujian praktik. Kalau anggaran UN cair, baru nanti diganti," ujar Selfiana di Kupang, kemarin. Di Sulawesi Selatan (Sulsel), Plt Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Salam Soba mengakui dinas terpaksa mengutang ke bank untuk pengadaan alat tulis UN yang dibagikan kepada sekolah. "Ya, seperti untuk pengadaan kartu ujian. Itu kan sudah kami bagikan pada siswa yang akan mengikuti ujian," jelasnya di Makassar. Salam menilai hal itu terjadi lantaran kurang tanggapnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Selain anggaran yang telat, sosialisasi UN juga terbilang lambat," tukasnya. Hampir sama dengan di Sulsel, Sekda Kota Madiun Maidi mengancam bakal mencari biaya talangan dari bank untuk pelaksanaan UN jika dua minggu sebelum pelaksanaan UN anggaran belum juga cair. "Ini sebagai antisipasi sejak dini. Jadi, jika biaya UN belum turun, kami tidak kaget," katanya di Madiun, Jawa Timur. Dari Sumut, Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Utara Jamel Panjaitan mengimbau kepala sekolah untuk mencari solusi tanpa melakukan pungutan pada siswa agar UN tetap berjalan lancar.

Sementara itu, di Yogyakarta dan Bali, dinas masih menunggu pencairan dana UN sehingga untuk sementara tidak mengutang dulu ke bank. "MoU dana anggaran UN kan baru ditandatangani. Jadi, kami tak mau gegabah mengutang, sampai seminggu sebelum pelaksanaan UN," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DI Yogyakarta Kadarmanta Baskara Aji.

Pekan depan
Secara terpisah, Mendikbud Anies Baswedan menjelaskan penyebab belum cairnya anggaran UN ialah siklus anggaran akhir tahun. Ia berjanji dana UN bisa cair pada minggu depan. "Kami harap, minggu depan semua akan tuntas dan beres," kata Anies seusai meninjau lokasi jembatan gantung di Kabupaten Lebak, Banten, kemarin. Sekretaris Balitbang Kemendikbud Dadang Sudiyarto mengakui anggaran UN sesuai dengan hasil rakor dengan dinas pendidikan baru didistribusikan pada 24 Maret mendatang.

"Yang akan didistribusikan yakni Rp426 milliar karena untuk percetakan dibayar melalui kontrak," ungkap Dadang. Anggaran itu, lanjut Dadang, meliputi biaya operasional di provinsi sampai satuan pendidikan dan perguruan tinggi. Terkait dengan adanya sejumlah daerah atau sekolah yang menggunakan anggaran untuk UN terlebih dulu, Dadang menjelaskan pihaknya memiliki kesepakatan dengan provinsi terkait dengan rencana biaya. "Kalau memang sudah menjadi bagian dari rencana biaya itu, nantinya bisa diganti dari dana UN yang bakal ditransfer ke provinsi," tukas Dadang.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More