Jumat 06 April 2018, 10:22 WIB

Menhub Minta Maaf Atas Kekacauan di Stasiun Duri

Antara | Megapolitan
Menhub Minta Maaf Atas Kekacauan di Stasiun Duri

Dok.MI/Angga Yuniar

 

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna kereta api di Stasiun Duri karena dalam beberapa hari ini mengalami kekacauan akibat penumpukan penumpang sehingga menimbulkan keresahan.

"Saya atas nama pribadi, pemerintah dan PT KAI mengucapkan maaf atas kejadian yang tidak sesuai dengan layanan perjalanan kereta api," kata Menhub Budi Karya kepada pers di Jakarta, Jumat.

Hal tersebut disampaikan usai dirinya bertemu dengan perwakilan kelompok kumunitas pencinta kereta api, PT KAI, PT Railink untuk mencari solusi atas semerawutnya penumpang kereta api di Stasiun Duri yang ramai diviralkan di media sosial.

Pengurangan perjalanan kereta dan penggunaan jalur reguler untuk kereta Bandara Soekarno-Hatta membuat waktu tunggu penumpang kereta komuter lintas Duri-Tangerang di Stasiun Duri menjadi lebih lama hingga menyebabkan kepadatan yang cukup parah.

Akibatnya, penumpang yang berada di Stasiun Duri menumpuk sementara kapasitas tampung stasiun tersebut tak mampu menampung jumlah penumpang yang berada di lokasi tersebut.

Menhub mengatakan, pemerintah berjanji akan melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap kondisi tersebut, sehingga nantinya tidak ada lagi penumpukan penumpang di stasiun dan frekuensi perjalanan kereta api listrik (KRL) dan kereta bandara tidak terganggu.

"Pemerintah akan berusaha memberikan layanan yang baik untuk masyarakat sehingga tidak ada lagi ketidaknyamanan penumpang KRL," kata menhub.

Dialog dengan komunitas pecinta kereta api, dinilai menhub sangat konstruktif dan pemerintah mendapat banyak masukan dari mereka yang pada intinya bisa digunakan untuk memberikan kebaikan bagi masyarakat dan pemerintah.

Menhub menambahkan saat ini keberadaan kereta bandara Soekarno-Hatta sudah dianggap mendesak karena jalan arteri maupun jalan tol dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta sudah sangat padat.

Oleh karena itu, pengadaan Kereta Bandara Soekarno-Hatta sudah harus dilakukan, walaupun masih menggunakan rel eksisting. Sebab jika harus menunggu rel khusus akan memakan waktu yang sangat lama, karena akan menyangkut pembebasan lahan. (OL-5)

Baca Juga

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Anies: Covid-19 Kembali Melonjak di Jakarta Karena Libur Panjang

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 24 November 2020, 14:35 WIB
Menurut Anies, ketika ada long weekend di akhir Oktober 2020, kasus baru pun naik secara...
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Bertambah 12 Orang, Pasien Rawat Inap di Wisma Atlet Jadi 2.075

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 24 November 2020, 14:20 WIB
Adapun dari total 2.075 terdiri dari 1.037 pria dan 1.038...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Butuh Political Will Pemprov DKI Tegakkan Sanksi Penolak Tes Swab

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 24 November 2020, 13:51 WIB
Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai perlu ada political will yang kuat dari Pemprov DKI dalam menegakan aturan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya