Selasa 17 Maret 2015, 00:00 WIB

Perlu Solusi Kasus Begal Anak

MI/CORNELUS EKO SUSANTO | Humaniora
Perlu Solusi Kasus Begal Anak

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

 
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Yohana Susana Yembise mengaku prihatin dengan banyaknya anak usia sekolah yang terlibat dalam pembegalan motor. Lantaran itu, dirinya akan berkoordinasi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mencari solusi mengurangi budaya kekerasan di kalangan remaja, seperti maraknya kasus pembegalan. "Banyak pelaku pembegalan berusia di bawah 17 tahun. Nanti saya akan bahas dengan Polri bagaimana menekan praktik kekerasan di dunia anak," ujar Yohana di sela acara penandatanganan pencanangan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi di Jakarta, kemarin.

Menghentikan kekerasan yang dilakukan anak-anak, menurut Yohana, tidak bisa dilakukan dengan mengedepankan penegakan hukum semata. "Juga harus dicari akar masalah yang membuat tindak kekerasan di kalangan anak dan remaja semakin menjamur." Menurut hemat dia, pemicu anak-anak melakukan budaya kekerasan ialah disfungsi keluarga. Akibat ketahanan keluarga yang lemah, tambahnya, anak-anak jadi mudah terpengaruh oleh bujukan teman dan budaya negatif di luar rumah.

Untuk mencegah anak-anak menjadi pelaku perbuatan pidana baru, menurut dia, kegiatan penguatan keluarga dan pendidikan karakter di sekolah perlu lebih digencarkan lagi. Pandangan serupa juga disampaikan Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto. Menurut dia, selain masalah disfungsi keluarga dan pengaruh lingkungan, penyebab lain anak-anak menjadi beringas ialah akibat pengaruh budaya hidup mewah yang kerap dipertontonkan di acara-acara televisi dan media lainya. Menurut dia, anak-anak tersebut merupakan korban. "Sejatinya anak-anak pelaku kekerasan itu merupakan korban dari berbagai vari-an tersebut," ucap Giwo saat ditemui di acara serupa.

Tindakan nyata
Pada kesempatan tersebut, Giwo juga meminta agar pemerintah segera melakukan tindakan nyata agar tidak makin banyak anak menjadi begal. Pasalnya, maraknya kejahatan tersebut telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Pada saat ini pun anak-anak sekolah dan perempuan yang rentan mengalami pembegalan menjadi waswas setiap mengendarai kendaraan roda duanya di tempat-tempat agak sepi. Di sisi lain, komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mencatat begal motor dari kalangan remaja sudah mencapai 14 orang.

Begal tersebut terungkap seusai beraksi di Depok, Lampung, Jambi, dan Tangerang. Jumlah begal remaja diperkirakan akan terus bertambah. "Jika tidak ada upaya pencegahan, begal anak-anak pasti akan bertambah. Sebabnya kasus begal remaja yang tidak terungkap pasti juga banyak," tutur dia. Susanto menambahkan, agar anak-anak lain tidak terinspirasi menjadi begal motor, pemberitaan kronologi pembegalan motor di media diimbaunya tidak perlu terlalu rinci. "Pemberitaan kronologi pembegalan motor menjadi inspirasi buat remaja. Mereka yang ingin motor akhirnya melakukan pembegalan motor," tutur Susanto.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More