Selasa 17 Maret 2015, 00:00 WIB

Hadi Poernomo Ajukan Praperadilan

MI/Cah/P-4 | Politik dan Hukum
Hadi Poernomo Ajukan Praperadilan

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

 
TERSANGKA kasus suap pajak PT Bank Central Asia, mantan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Hadi Poernomo mengajukan permohonan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kuasa hukum Hadi Poernomo, Yanuar Wasesa, mengatakan dasar mengajukan permohonan gugatan ialah Komisi Pemberantasan Korupsi tidak berwenang menyidik kewenangan Dirjen Pajak. Hal itu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 99 Tahun 1994 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

"Jadi, Dirjen Pajak punya kewenangan yang diberikan oleh Pasal 25 dan 26 UU tersebut. Dirjen Pajak memiliki otoritas penuh memeriksa permohonan keberatan wajib pajak," ujar Yanuar saat dihubungi, kemarin. Yanuar mengatakan kliennya menjalankan tugas sesuai dengan kewenangan dengan menerima permohonan keberatan pajak sebuah bank swasta pada 1999. Namun, kata Yanuar, KPK dalam kasus ini menduga Hadi sudah mengeluarkan keputusan salah dan berbau suap. Padahal, putusan menerima atau menolak keberatan pajak itu tidak menimbulkan kerugian negara karena sifat keputusan Dirjen Pajak belum final.

Alasan lain praperadilan, ujar Yanuar, putusan menerima keberatan pajak PT BCA pada 1999 bukan ranah tindak pidana korupsi. Hal itu berdasar pada Pasal 14 UU Tipikor yang menyebutkan pelanggaran UU Perpajakan itu masuk wilayah tipikor kalau ada feedback. "Dengan alasan itu, Hadi ajukan gugatan praperadilan." Saat menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Johan Budi mengatakan KPK menghormati proses tersebut. KPK, kata Johan, juga sudah meminta Mahkamah Agung (MA) membantu menghentikan antrean gugatan praperadilan. Pasalnya hal itu mengganggu fokus kerja penindakan dan pencegahan.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More