Sabtu 31 Maret 2018, 21:55 WIB

Pengurus HKTI Jangan Cuma Omong Saja

Micom | Nusantara
 Pengurus HKTI Jangan Cuma Omong Saja

ANTARA/WAHYU PUTRO A

 

PENGURUS Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dalam mengurusi petani tidak boleh hanya bicara, tapi harus mampu menunjukkan bukti. Juga harus melakukan sesuatu secara nyata agar HKTI bisa dirasakan kehadiran dan manfaatnya oleh rakyat. 

"Jadi jangan hanya diskusi, rapat, seminar, dan lain-lain. Berbuatlah dan mulai dari yang kecil tapi penuh determinasi dan semangat besar. HKTI harus berkarya. Bukan hanya ngomong, tapi buktikan. Mana barangnya, mana buktinya. Karena itu kita buat demplot di mana, setelah demplot bagus baru undang petani," tutur Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko saat melantik pengurus HKTI DIY periode 2018-2023 di Balaikota Yogyakarta, Sabtu (31/3).

Pelantikan bertajuk 'Revitalisasi Tugas, Peran & Fungsi HKTI Guna Mewujudkan Kedaulatan Pangan serta kesejahteraan petani wilayah DIY' ini juga disaksikan Wali Kota Yogyakarya Haryadi Suyuti, dan Sekda DIY Gatot Saptadi.

Usai dilantik, acara dilanjutkan dengan pembacaan ikrar yang diikuti oleh seluruh pengurus HKTI DIY periode 2018-2023.

Pesan lain yang disampaikan Moeldoko adalah HKTI harus memahami pertanian secara luas. Tugas HKTI bukan hanya menggeluti bidang pangan seperti padi, jagung, dan kedele saja namun juga meliputi hortikultura, perkebunan, tanaman hias, perikanan darat, peternakan, dan sebagainya. 

"HKTI hadir menjadi solusi bagi petani dan pertanian Indonesia. Tidak ada gunanya kita hanya bermodalkan spanduk, bendera, kaos dengan tulisan HKTI tetapi tidak menyentuh petani," ujar mantan Panglima TNI ini.

Moeldoko menjelaskan, agar menjadi solusi yang baik, diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak seperti dunia pendidikan, lembaga riset dan developmen, social enterprise, pebisnis, dan lainnya.

"HKTI mengembangkan pertanian tidak cukup di on-farming tapi bagaimana setelah on-farming itu, yaitu mengembangkan sektor off farming. HKTI membantu memasarkan, mengemas, dan lainnya. HKTI juga menyediakan off-taker untuk produk pertanian," papar Moeldoko.

HKTI juga sudah mengembangkan bibit padi varietas M70D dan M400. M70D 7,4 ton per hektare (ha). Varietas M400 hasilnya hampir 11 ton per ha dan rata ton per ha bila menerapkan sistem operasi prosedur (SOP) yang baik.

Tiga misi HKTI harus menjadi solusi, bridging institution, dan berkarya. Dan misi sosial HKTI memperbaiki lingkungan, meningkatkan produktivitas, menyediakan makanan sehat kepada generasi masa depan dengan makanan organik. (RO/OL-2)

Baca Juga

Antara

Lamongan Luncurkan Aplikasi Belanja di Pasar Secara Daring

👤M Yakub 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 18:56 WIB
Langkah ini, menjadi solusi membantu pedagang pasar tradisional untuk menjual barang dagangannya pada masa...
MI/Gabriel L

Ritual Adat Digelar Cegah Bekas Pasar Geliting Aktif Lagi

👤Gabriel Langga 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 18:10 WIB
SELURUH pedagang di Pasar Geliting telah dipindahkan oleh pemerintah untuk berjualan di lokasi baru Pasar Kewapante, di Desa Wairkoja,...
MI/Ramdani

Wilayah DIY Masih Berpotensi Hujan hingga Dua Hari ke Depan

👤Ardi Trisnisti 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 17:02 WIB
"Dalam 1-2 hari ke depan masih ada potensi hujan sangat ringan-ringan yang bersifat lokal," terang Reni Kraningtyas, Kepala BMKG...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya