Selasa 17 Maret 2015, 00:00 WIB

Spekulasi Seputar Absennya Putin

MI/AFP/Pra/I-3 | Internasional
Spekulasi Seputar Absennya Putin

AFP

 
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin kembali muncul di depan publik setelah menghilang selama 10 hari. Absennya tokoh yang terus menjadi sorotan dunia itu memancing berbagai spekulasi. Apakah mantan agen KGB (Badan Intelijen Rusia) tersebut sengaja bersembunyi atau sedang mengalami sakit? Pasalnya Putin terakhir terlihat pada 5 Maret silam saat menghadiri konferensi berita bersama Perdana Menteri (PM) Italia Matteo Renzi. Akhirnya, kemarin, orang nomor satu 'Negeri Beruang Me-rah' tersebut tampil di depan publik.

Putin yang tampak agak pucat menerima tamu negara Presiden Kirgizstan Almazbek Atambayev di Istana Konstantinov, Saint Petersburg, Rusia. "Kita akan bosan bila tidak ada gosip," ucap Putin yang menanggapi spekulasi soal absennya di hadapan publik selama ini. Pria berusia 62 tahun itu melontarkan pernyataan yang bernada canda. Atambayev, tamu negara Putin, pun turut memberi pernyataan yang mendukung sahabatnya itu. Dia mengatakan bahwa sang tuan rumah yang mengundangnya justru mengajak berkeliling sekitar Istana Konstantinov sebelum acara pertemuan resmi.

Saat menanggapi soal kemungkinan besar Putin jatuh sakit selama tidak muncul di depan publik, seraya tersenyum Atambayev mengatakan, "Mungkin kalian bermimpi." Kendati Atambayev memberi penjelasan kondisi fisik Putin, spekulasi soal sakitnya Putin bukan tidak beralasan. Faktanya, pekan lalu, pria 62 tahun tersebut juga membatalkan sejumlah jadwal kegiatan kenegaraan. Absennya Putin selama 10 hari di depan publik sebagai hal yang sangat tidak biasa. Ketidakmunculan Putin pun meman-cing sejumlah rumor dan spekulasi. Spekulasi itu berupa dugaan sakit, digulingkan, dan bahkan rumor bahwa sang presiden meninggal dunia pun mencuat. Juru bicara Putin, Dmitry Peskov, pun menegaskan, "Semuanya baik-baik saja."

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More