Rabu 14 Maret 2018, 06:43 WIB

Wacana Poros Ketiga Dinilai hanya Basa-basi

Nov/X-6 | Politik dan Hukum
Wacana Poros Ketiga Dinilai hanya Basa-basi

Ketua Umum PPP Romahurmuziy -- MI/M IRFAN

 

KETUA Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy menilai wacana pembentukan poros ketiga pada Pilpres 2019 tak akan terbentuk. Menurutnya, munculnya wacana poros ketiga merupakan bagian dari basa-basi politik.

"Poros ketiga tak akan ada, itu hanya bagian dari basa-basi politik yang hampir dipastikan tidak ada," ujar Romy di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Romi menjelaskan poros ketiga hanya basa-basi karena akan mungkin terjadi bila Gerindra dan PKS benar-benar membuat poros sendiri. Adapun partai yang belum menentukan sikap ialah Partai Demokrat, PKB, dan PAN.

Alasan lain, menurut Romy, sinyal arah koalisi yang diberikan Partai Demokrat dalam Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat memperkecil peluang terbentuknya poros ketiga. Dengan diundangnya Presiden Joko Widodo dalam rapimnas itu, Romy menilai 90% Partai Demokrat akan bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi.

"Sinyal yang telah terbentuk oleh Demokrat dengan mengundang Pak Jokowi di rapimnas kemarin, itu sudah sangat 90% katakanlah mendukung Pak Jokowi," jelasnya.

Wakil Sekjen PDIP Eriko Sotarduga menilai wajar munculnya sejumlah skenario poros dalam Pilpres 2019. Menurutnya, baik itu dua poros maupun tiga poros ada kelebihan dan kekurangan masing-masing.

"Begini, masing-masing ada kelebihan dan kelemah-an," kata Eriko di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Ia menilai koalisi dua poros akan menghemat waktu ataupun biaya politik pelaksanaan pilpres. Namun, dampak politiknya lebih panjang seperti pada pilgub DKI Jakarta. "Tapi ada efek negatif, yaitu terpecah dua. Meminjam istilah di DKI, move on lama," ujarnya.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yudha mengatakan terbentuknya poros ketiga di Pilpres 2019 masih memungkinkan meski sulit terjadi. Menurutnya, poros ketiga bisa terbentuk tergantung dinamika politik yang masih sangat cair saat ini.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf membantah anggapan PKS bahwa Demokrat akan bermain tiga kaki di Pilpres 2019. Ia mengatakan, hingga kemarin, Demokrat masih menjajaki komunikasi dengan seluruh parpol sebagai konsekuensi syarat pengajuan capres di UU Pemilu.(Nov/X-6)

Baca Juga

ANTARA/Aditya Pradana Putra

Pascaditangkap KPK, Akun Instagram Edhy Prabowo Menghilang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 26 November 2020, 09:20 WIB
Dalam postingan terakhir Edhy di akun @edhy.prabowo yang dipantau Media Indonesia, terlihat unggahan kegiatan kerja Edhy di Amerika...
ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Ditangkapnya Edhy Prabowo akan Pengaruhi Elektabilitas Gerindra

👤Cindy Ang 🕔Kamis 26 November 2020, 08:03 WIB
"Alasannya, sederhana saja, Edhy Prabowo merupakan anak emasnya Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto....
Dok MI ROMMY PUJIANTO

Politisi NasDem Tuding Rocky Gerung Fitnah Gerindra

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 November 2020, 06:54 WIB
Rocky menyebut Gerindra akan membalas dendam setelah Edhy Prabowo ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya