Jumat 09 Maret 2018, 12:15 WIB

LIPI Bangun Fasilitas Riset Obat Tradisional

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
LIPI Bangun Fasilitas Riset Obat Tradisional

ANTARA

 

LEMBAGA Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membangun fasilitas penelitian obat tradisional dengan standard cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB) di Serpong, Tangerang. Pengembangan fasilitas dimaksudkan untuk mempercepat hilirisasi hasil penelitian kesehatan dan obat yang telah dikembangkan selama ini, serta memberikan dukungan terkait riset dan pengembangan produk kepada mitra industri.

"Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui Paket Kebijakan Ekonomi ke-11 tentang pengembangan industri kefarmasian dan alat kesehatan," terang Plt Kepala LIPI Bambang Subiyanto, melalui keterangan resminya saat peletakan batu pertama pembangunan fasilitas riset tersebut, kemarin.

Bambang menjelaskan fasilitas penelitian obat tradisional diperlukan untuk menjawab permasalahan kesehatan serta mendukung kemandirian bahan baku obat secara nasional. Dia menyatakan LIPI menaruh perhatian besar dalam penelitian dan pengembangan kesehatan obat dengan berbagai riset terkait penggunaan tanaman obat serta bahan aktifnya untuk bahan baku obat.

Ia melanjutkan, Indonesia memiliki 1.247 industri dan usaha obat tradisional yang 10 diantaranya termasuk perusahaan industri obat tradisional skala besar. Namun, industri obat tradisional (IOT), usaha kecil obat tradisional (UKOT) dan usaha mikro obat tradisional (UMOT) banyak yang tidak memiliki fasilitas CPOTB sehingga mengalami kesulitan dalam membuat produk berstandar CPOTB.

"Fasilitas yang akan dibangun ini diharapkan dapat menjadi percontohan laboratorium CPOTB dalam rangka memfasilitasi industri kecil dan menengah guna mempercepat pengembangan produk obat tradisional di Tanah Air," tambahnya.

Hingga saat ini, hampir 95% bahan baku industri farmasi di Indonesia masih bergantung dari impor luar negeri. Padahal, Indonesia memiliki lebih dari 30.000 spesies tanaman yang berkhasiat sebagai bahan obat.

Pengembangan obat alami menurut Bambang, patut mendapatkan perhatian karena praktek pemanfaatannya telah mengakar di masyarakat. Disamping itu, potensi pengembangannya terbuka dengan terus meningkatnya permintaan pasar domestik maupun internasional.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI Agus Haryono mengatakan dari kegiatan penelitan yang dilakukan, banyak ditemukan senyawa-senyawa baru dari ekstrak tanaman asli Indonesia yang berpotensi sebagai obat anti-kanker, anti-diabet, anti-malaria, serta antioksidan.

"Harapannya melalui pembangunan fasilitas riset ini, hasil-hasil penelitian kami bisa lebih berkualitas dan mudah diterima oleh industri," ujar Agus. (OL-7)

Baca Juga

Metrotv/Henny Puspitasari

SKK Migas dan Media Academy Gelar Pelatihan

👤Media Indonesia 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 19:30 WIB
kehumasan akan menjadi faktor pendukung paling utama dalam menyosialisasikan rencana-rencana strategis SKK...
Medcom.id

BPOM Cari Alternatif Vaksin Lain untuk Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 17:32 WIB
Indonesia memiliki berbagai peluang sumber vaksin untuk bisa diproduksi nantinya. Karena, seluruh dunia juga melakukan hal yang sama untuk...
DOK Media Academy

SKK Migas dan Media Academy Kerja Sama Pelatihan Penulisan Berita

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 17:12 WIB
Pelatihan secara online tersebut melibatkan narasumber dari Metro TV, Medcom.Id, Media Indonesia, Detikcom dan Majalah...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya