Kamis 25 Januari 2018, 10:03 WIB

Naskah Kuno Didigitalisasi

Thomas Harming Suwarta | Humaniora
Naskah Kuno Didigitalisasi

ANTARA/Agus Bebeng

 

PUSAT Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri (PPIM UIN) Jakarta bersama Center For The Study Of Manuscript Cultures (CSMC) of the University of Hamburg tengah menjalankan program digitalisasi naskah kuno, Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts In Southeast Asia (Dreamsea).

Program yang akan berlangsung hingga 2022 tersebut ditargetkan untuk menghasilkan sekurang-kurangnya 240 ribu gambar manuskrip/naskah kuno digital yang berasal dari seluruh kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut disampaikan filolog CSMC, Prof Jan Van Der Putten dalam jumpa pers di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, kemarin.

“Kami sengaja memilih Asia Tenggara karena kawasan ini telah lama dikenal memiliki kekayaan budaya yang sangat besar. Di kawasan ini hidup ribuan etnis dengan latar belakang tradisi yang berbeda-beda termasuk tradisi tulis yang dibuktikan dengan keberadaan banyak naskah kuno baik yang disimpan di berbagai lembaga maupun yang masih terserak di tangan masyarakat,” kata Putten.

Namun, menurut dia, kekayaan itu tidak diimbangi dengan pengetahuan untuk merawat sehingga berpotensi hilang. “Ini yang tidak kita inginkan, karena tidak terawat lalu punah begitu saja dan hilanglah kekayaan budaya yang sangat beragam itu.”

Dreamsea, kata dia, juga bertujuan menjadikan manuskrip-manuskrip lebih mudah diakses untuk keperluan yang lebih luas dengan membangun sebuah repositori berbasis digital, Database Of Southeast Asian Manuscript.

“Repositori ini akan berfungsi memudahkan para peneliti untuk mendapatkan data-data terkait keragaman manuskrip Asia Tenggara sekaligus melakukan perawatan teks-teks manuskrip melalui kajian-kajian akademik dan populer,” lanjutnya.

Principal Investigator dari PPIM UIN Jakarta, Oman Fathurahman, menambahkan program Dreamsea dimaksudkan untuk melestarikan naskah kuno yang menggambarkan keragaman budaya Asia Tenggara. Semua naskah kuno yang terancam punah di kawasan itu akan dialihmediakan menjadi naskah kuno digital. (Ths/H-3)

Baca Juga

MI/Vicky Gustiawan

Sekolah di 14 Daerah di Sumbar Bisa Gelar Sekolah Tatap Muka

👤Yose Hendra 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 19:55 WIB
Peningkatan angka kasus covid-19 di Sumbar belakangan membuat peralihan status daerah di Sumbar berdasarkan zona di era pandemi ini terjadi...
MI/Liliek Dharmawan

Bekas Tambang Babel Bertransformasi jadi Pariwisata

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 19:50 WIB
Babel tidak bisa sepenuhnya bergantung kepada pertambangan, mengingat tambang merupakan sumber daya yang bisa habis dan tidak bisa...
Metrotv/Henny Puspitasari

SKK Migas dan Media Academy Gelar Pelatihan

👤Media Indonesia 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 19:30 WIB
kehumasan akan menjadi faktor pendukung paling utama dalam menyosialisasikan rencana-rencana strategis SKK...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya