Rabu 24 Januari 2018, 11:08 WIB

Bekasi ingin Seragamkan Batik Kerja

Administrator | Megapolitan
Bekasi ingin Seragamkan Batik Kerja

ANTARA/RISKY ANDRIANTO

 

HAK cipta batik yang didapat Pemerintah Kota Bekasi pada 2016 silam, nyatanya belum juga diimplementasikan menjadi motif seragam resmi pegawai dan anak sekolah di wilayah itu. Pemerintah setempat berdalih masih memilih motif yang pas.

Kepala Bidang Industri pada Dinas Perdagangan dan Industri Kota Bekasi, Titin S, menyampaikan saat ini pihaknya tengah meminta 10 pembatik dari pengusaha usaha mikro kecil menengah (UMKM) menyodorkan motif terbaik. Motif batik yang dipilih, katanya, yang memenuhi unsur estetika bagi penggunanya.

"Bentuk badan dan warna kulit pegawai kan berbeda-beda, nanti akan dipilih motif yang memenuhi unsur esetetika saat dikenakan," ungkap Titin, kemarin.

Dalam pandangannya, seharusnya penyeragaman batik di wilayah kerja pemerintahan Kota Bekasi sudah diterapkan. Apalagi Kota Bekasi telah mengantongi hak cipta dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) sejak 2016 lalu.

Saat ini sedikitnya sudah ada 12 motif dasar batik yang menjadi khas daerah misalnya, bentuk rumah adat, tanaman kecapi, ikan gabus, bambu runcing, dan sebagainya.

"Tinggal kita pilih saja motif yang akan digunakan untuk seragam," kata dia.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi Makbullah menambahkan, akibat motif batik belum ditentukan, para pegawai masih menggunakan batik dengan motif dari berbagai daerah.

Sehingga, pada hari berbatik yang jatuh pada Kamis tiap pekannya, pemandangan di wilayah kerja masih belum seragam. "Kalau sudah ada pemilihan motif, nanti akan seragam," kata dia.

Makbullah menjelaskan, penggunaan batik itu mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 tahun 2016 tentang Pakaian Dinas PNS. Aturan itu menyebutkan, pegawai harus menggunakan seragam batik di hari Kamis.

Selain di kalangan pegawai, kata dia, penerapan batik khas daerah juga akan dilakukan di setiap sekolah, dari tingkat dasar hingga menengah pertama. Tujuannya supaya masyarakat tahu kebudayaan, khususnya batik khas Kota Bekasi.

"Selain mengedukasi masyarakat, penggunaan batik juga bisa melestarikan produk anak bangsa yang bisa diakui dunia," ujarnya.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menargetkan implementasi penggunaan batik akan dilakukan pada 2018 ini. Penggunaan batik khas Kota Bekasi tidak hanya di lingkung-an pemerintahan, tapi hingga ke sekolah-sekolah.

"Aparatur harus mengenakan batik khas daerah, karena itu salah satu wujud kebanggan terhadap produk warga Kota Bekasi," katanya. (Gan/J-1)

Baca Juga

MI/PIUS ERLANGGA

Damkar Diturunkan untuk Semprot Disinfektan di DKI

👤Antara 🕔Rabu 01 April 2020, 07:00 WIB
Proses penyemprotan disinfektan akan terus dilakukan Dinas Gulkarmat untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah DKI...
Dok MI

DKI Bantu Terjunkan Tim IT Saat Penyampaian Visi-Misi Cawagub

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 01 April 2020, 05:45 WIB
Penyampaian visi dan misi itu bakal menggunakan teknologi percakapan jarak jauh atau teleconference pada Jumat...
Antara/Galih Pradipta

Publik Bisa Ikut Saksikan Presentasi Cawagub DKI Lewat Streaming

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 01 April 2020, 00:42 WIB
“Kami sudah lakukan rapat dengan pimpinan dewan, kita putuskan tahapan visi misi akan dilaksanakan pada Jumat (3/4) pukul 14.00...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya