Sabtu 14 Maret 2015, 00:00 WIB

Mumi di Cile Menghitam

Sciencemag/livescience/Grt/Dhk/L-2 | Humaniora
Mumi di Cile Menghitam

VIVIEN STANDEN

 
MUMI Chinchorro yang berusia sekitar 7.000 tahun kini terancam hancur karena kadar kelembapan pada mumi itu terus meningkat.

Kondisi kelembapan yang tinggi memungkinkan bakteri tumbuh berkembang biak.

Karena itu, kulit mumi secara perlahan menghitam dan bergelatin.

Proses kehancuran secara alami itu sudah dimulai sejak 10 tahun lalu dan mengenai lebih kurang 120 mumi di museum arkeologis, University of Tarapaca, sebelah utara kota pelabuhan Arica, Cile.

Berdasarkan uji laboratorium diketahui, bakteri pada mumi tidak berasal dari organisme masa lalu.

Bakteri itu biasa hidup pada kulit orang.

Begitu berada pada temperatur yang tepat, dia akan menggunakan kulit sebagai nutrisi.

Tingkat kelembapan di wilayah tempat museum itu berada memang meningkat akhir-akhir ini, terutama dalam 10 tahun terakhir.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More