Senin 25 Desember 2017, 16:07 WIB

Bisnis Logistik Miliki Efek Ekonomi-Sosial Tinggi

MICOM | Ekonomi
Bisnis Logistik Miliki Efek Ekonomi-Sosial Tinggi

thinkstock

 

BISNIS logistik di Indonesia memiliki efek ekonomi dan sosial yang tinggi karena memiliki prospek cerah dan kemampuan menyerap tenaga kerja relatif banyak.

"Selain itu, berinvestasi di usaha ini juga karena tingkat break even point (BEP) atau titik impas modal yang relatif cepat, sekitar satu tahun," kata komisaris Abunawas Express Harun Abidin di Jakarta, Senin (25/12).

Ia mengatakan bisnis ekspedisi di Indonesia menjanjikan harapan yang cukup tinggi. Setidaknya itu terlihat, dari meningkatnya kebutuhan usaha jasa pengiriman barang di Indonesia seiring berkembangnya perdagangan melalui jasa dalam jaringan (daring).

Belum lagi, katanya pada kesempatan peluncuran Abunawas Express, adanya kecenderungan maraknya investasi asing yang menyerbu pasar ekspedisi di Indonesia akan membuka peluang baru pada bisnis ekspedisi.

Menurut Harun, untuk memenangkan persaingan, masing-masing pemain, baik pemain lokal maupun asing, menawarkan pelayanan dan strategi terbaik.

Demikian juga dengan Abunawas Express, sebagai pemain baru, kata Harun, juga memasang strategi jasa pengiriman atau ekspedisi satu hari sampai.

Direktur Utama Abunawas Express M Noor Sutrisno menjelaskan harga pengiriman yang dipatok tetap, yakni Rp10.000 per barang untuk berat maksimal 1 kilogram ke semua tujuan d wilayah Jakarta.

"Barang yang dikirim akan sampai ke tujuan pada hari yang sama, dan kami lindungi asuransi, sehingga aman," katanya.

Untuk itu Sutrisno mengajak konsumen untuk mencoba membandingkan dengan pengiriman daring maupun ekspedisi konvensional lainnya. Ia menyatakan bahwa pihaknya memastikan lebih murah dan kompetitif ketimbang jasa sejenis lainnya.

Abunawas Express, tambah Sutrisno, sementara waktu hanya melayani pengiriman di kawasan Jakarta dengan membuka titik layanan di pusat grosir yang tersebar di lima wilayah, seperti ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat; Roxy Mas, Jakarta Barat; ITC Kuningan Jakarta Selatan; PGC Cililitan Jakarta Timur, dan ITC Manggadua, Jakarta Utara.

Namun, pada 2018 akan melakukan penetrasi pasar dengan membuka layanan di
pusat-pusat grosir di Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Selanjutnya akan meluas ke kota-kota besar di Indonesia.

Setiap titik layanan di pusat grosir, pihaknya akan menyiapkan tujuh personel. Mereka akan bergerak menjemput pesanan pengiriman di setiap toko. Barangnya kemudian akan dikirim ke tempat tujuan oleh kurir yang bergerak cepat dan tersebar di setiap kecamatan dan kelurahan.

Harun Abidn pun mengakui persaingan bisnis ini pun sangat ketat, yang ditandai dengan melimpahnya jumlah pemain. Dari catatan Asosiasi Logistik Indonesia, terdapat lebih dari 300 perusahaan logistik di Jakarta.

"Namun pasar bisnis ini baru 4 persen yang digarap, sehingga prospeknya sangat
menjanjikan," katanya.

Kondisi itulah yang menarik minat para pengusaha untuk berebut pasar, dan salah satunya yang dilakukan oleh Abunawas Ekspress, yang turut meramaikan pasar di Indonesia dan diluncurkan secara resmi sejak Senin (25/12) 2017.(Ant/OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More