Kamis 12 Maret 2015, 00:00 WIB

NasDem-Golkar Sepakat Bangun Kebangsaan

NUR AIVANNI FATIMAH | Politik dan Hukum
NasDem-Golkar Sepakat Bangun Kebangsaan

ANTARA/WAHYU PUTRO A
Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh menerima kunjungan Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono.

 
PARTAI NasDem dan Partai Golkar sepakat membangun sekolah pendidikan politik. Program konkret itu akan direalisasikan dalam bentuk pendidikan politik kebangsaan.

Agenda bersama kedua partai itu mengemuka dalam pertemuan antara pengurus Partai NasDem dan Partai Golkar versi Munas Ancol di Kantor DPP NasDem Jakarta, kemarin. Pertemuan itu merupakan langkah komunikasi Partai Golkar kepada partai-partai pendukung pemerintah.

Pemerintah melalui Kemenkum dan HAM telah mengesahkan kepemimpin an Agung Laksono dalam Partai Golkar. NasDem menjadi partai pertama yang dikunjungi Golkar di bawah kepengurusan Agung setelah pengesahan oleh pemerintah tersebut.

Dalam pertemuan hadir pengurus Golkar, antara lain Ketua Umum Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono, Zainuddin Amali, Agus Gumiwang, Yorrys Raweyai, Priyo Budi Santoso, Leo Nababan, dan Lawrence Siburian. Mereka disambut Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bersama Patrice Rio Capella, OC Kaligis, Viktor Laiskodat, dan Zulfan Lin dan.

Pada kesempatan itu, NasDem dan Golkar sepakat kerja sama pendidikan politik akan dibangun di 34 provinsi. “Pesertanya dari NasDem dan Golkar. Ini sumbangsih kita buat bangsa,” tegas Surya Paloh, seusai pertemuan itu.

Sekolah pendidikan tersebut diharapkan bisa menjadi tradisi baru dalam perpolitikan di Indonesia. “Politik bukan selalu untuk saling menjatuhkan, melainkan saling harmoni, NasDem menawarkan ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu pula, NasDem mengucapkan selamat atas kepengurusan Golkar di bawah Agung yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM. “Keputusan Menkum dan HAM benar dan tepat,” tegasnya. Ia pun berharap Golkar di bawah kepemimpinan Agung Laksono bisa membawa misi dan peran partai berlambang pohon beringin tersebut.

NasDem pun menyambut baik Golkar yang akan mendukung pemerintahan Jokowi-JK. Ia pun menekankan bergabungnya
Golkar akan menstabilkan pemerintahan Jokowi-JK. Pada kesempatan sama, Agung menyatakan Golkar mendukung pemerintahan Jokowi-JK. “Namun, kita akan tetap menjadi mitra kritis.”

Merapat

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen DPP Partai Golkar Zainuddin Amali mengatakan puluhan loyalis Aburizal Bakrie sudah merapat untuk bergabung dalam kepengurusan Golkar di bawah kepemimpinan Agung Laksono.

“Sudah ada beberapa pengurus pusat (kubu Aburizal) yang merapat. Jumlahnya ya puluhan,” kata Zainuddin, kemarin.

Ia menambahkan, saat ini, tercipta ketenangan di kalangan kader, khususnya bagi kader Golkar di daerah, terkait legalitas kepengurusan partai beringin. Dengan pengesahan Menkum dan HAM, kader dapat mendaftarkan diri untuk maju sebagai
calon kepala daerah dalam pilkada mendatang.

Di sisi lain, sejumlah pengurus DPP Golkar versi Munas Bali melaporkan dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan kubu Agung Laksono saat pelaksanaan munas kepada Bareskrim Polri.

Selain itu, mereka mendatangi kantor Kementerian Hukum dan HAM. Waketum Golkar versi Munas Bali Nurdin Halid mendesak Menkum dan HAM Yasonna H Laoly mencabut pengesahan kepengurusan Golkar dengan ketua umum Agung Laksono. (Gol/Ind/Ant/X-7)
nur@mediaindonesia.com

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More