Longsor Timbun Satu Keluarga

Penulis: Benny Bastiandy Pada: Rabu, 11 Mar 2015, 00:00 WIB Nusantara
Longsor Timbun Satu Keluarga

MI/BENNY BASTIANDY

TIGA orang warga Kampung Cibuntu RT 05/04, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kemarin pagi sekitar pukul 07.30 WIB, tertimbun tanah longsor bekas galian tanah dan batu.

Ketiganya yakni Mahrodin bin Pahi, 52, Hindun binti Ota, 45, dan Asep bin Mahrodin, 25, itu tercatat sebagai ayah, ibu, dan anak.

Kejadian nahas itu bermula saat ketiganya biasa mengambil pasir di aliran anak Sungai Cicatih.

Tak lama, tebing setinggi lebih kurang 50 meter dengan ketebalan 4 meter, tiba-tiba ambruk.

Mereka yang tercatat sebagai warga Kampung Cibuntu RT 03/04 itu tak bisa menyelamatkan diri.

Material longsoran tebing yang terdiri dari tanah dan bebatuan menimbun tubuh ketiganya.

"Saat itu saya sedang mengambil batu sekitar 50 meter dari tempat kejadian. Sebelum tanah di tebing ambruk, sempat terdengar suara gemuruh. Kejadiannya cepat sekitar dua sampai tiga detik," kata Hamim, salah seorang saksi di lokasi kejadian, kemarin.

Hamim sempat berlari sekitar 50 meter karena material longsoran tanah meluber.

Dia pun beristighfar begitu mengetahui tiga orang tetangganya tertimbun material longsoran tanah.

"Saya gak bisa berbuat apa-apa. Tubuh saya mendadak lemas karena melihat langsung kejadian itu," ujarnya.

Kepala Desa Pasawahan Dahlan mengaku mendapatkan laporan tak lama setelah kejadian.

Menurutnya, tiga korban itu tercatat masih satu keluarga.

"Mereka biasa mengambil pasir dari aliran anak Sungai Cicatih," kata Dahlan.

Menurut Dahlan, lokasi kejadian memang bekas galian tanah yang digunakan untuk bahan baku pembuatan batu bata.

Namun hampir 10 tahun sudah tak beroperasi lagi.

"Di bawah tebing itu ada saluran anak Sungai Cicatih. Sebagian warga di sini memang memanfaatkan aliran sungai itu untuk mengambil pasir," tuturnya.

Hingga kemarin pukul 17.15 WIB, satu di antara tiga korban tertimbun tanah longsor berhasil ditemukan dalam kondisi tewas.

Jasad korban ditemukan sekitar 30 meter dari lokasi timbunan tanah longsor.

"Korban yang ditemukan adalah Asep bin Mahrodin, 25. Jasad korban ditemukan setelah evakuasi menggunakan alat berat backhoe," kata Dandim 0607 Sukabumi Letkol Arm Saripudin, kemarin.

Kapolres Sukabumi AKB Asep Edi Suheri menambahkan tim gabungan akan mengerahkan alat berat untuk membantu proses evakuasi. Sambil berjalan, proses evakuasi menggunakan alat manual seadanya.

Jalan terputus
Bencana longsor juga terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tanah longsor menimbun badan jalan sepanjang 50 meter di Kilometer 17 Desa Tomberahu 2, sekitar 16 kilometer utara Kota Ende, Flores, yang mengakibatkan arus transportasi lumpuh total.

Jalan yang longsor tersebut satu-satunya yang menghubungkan delapan

kabupaten di daratan Flores yakni dua kabupaten di bagian timur Ende yakni Sikka dan Flores Timur, dan lima kabupaten di bagian barat yakni Ngada, Negekeo, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur Tini Thadeus mengatakan longsor terjadi sejak Minggu (8/3), namun sampai Selasa (10/3) material longsor belum berhasil singkirkan dari badan jalan.

"Petugas sedang bekerja keras menyingkirkan material longsoran," ujarnya, kemarin.

Di Bali, sebanyak lima kepala keluarga (KK) atau 16 orang di Banjar Sega, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, terpaksa mengungsi karena masih trauma dengan peristiwa longsornya lahan rumahnya yang tergerus air hujan beberapa hari sebelumnya.

Di Jawa Tengah, rumah penduduk di Desa Wiro, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, juga terancam longsor talud Sungai Dengkeng.

Longsor talud tersebut sepanjang 30 meter dan tinggi 6 meter, akibat tergerus banjir setelah hujan deras pekan lalu. (PO/PT/RS/JS/AD/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More