Rabu 18 Oktober 2017, 23:08 WIB

Untar Tingkatkan Entrepreneurship di Kampus

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Untar Tingkatkan Entrepreneurship di Kampus

Ist

 

SAAT ini, kalangan wirausaha atau enterpreneur di Indonesia dinilai masih kurang dan harus terus ditumbuhkan. Jika dibandingkan dengan negara lain, khususnya di kawasaan ASEAN, jumlahnya masih kalah, meski wirausaha di Tanah Air tahun ini meningkat sekitar 3,10%. Sebab itu, peran perguruan tinggi strategis untuk melahirkan entrepreneur di dunia kampus.

Rektor Universitas Tarumanegara, Agustinus Purna Irawan, mengungkapkan, persaingan di dunia kerja makin kompetitif. Pihaknya pun mendorong mahasiswa menjadi wirausahawan. Apalagi atmosfer di Kampus Untar turut mendukung, mengingat kebanyakan mahasiswa berlatar belakang keluarga pengusaha sehingga penumbuhan enterpreneur dengan suasana akademik terbangun secara alamiah.

Agustinus mengatakan, kurikulum di kampusnya memang didesain bagi mahasiswa dengan mewajibkan mengambil mata kuliah enterpreneur.

"Kurikulum kita kaitkan dengan entrepreneur, begitu pun dalam aktivitas perkuliahan dikaitkan dengan wirausaha," ungkap Agustinus pada acara Tarumanegara Enterpreneur Forum 2017 di Kampus Untar, Jakarta, Rabu (18/10).

Acara yang digelar alumni Fakultas Ekonomi Untar tersebut menghadirkan antara lain pengusaha kondang Ciputra, yang juga Pembina Yayasan Untar, dan Darmono, pemilik PT Jababeka.

Ia melanjutkan, aktivitas mahasiswa juga dirancang sedemikian rupa seperti enterpreneur camp dan adanya pusat kajian kewirausahaan, untuk menciptakan iklim akademik enterpreneur. Melalui dukungan alumni, dia berharap mahasiswa Untar mendapat pengalaman terbaik sebelum terjun menjadi pebisnis.

Dalam kesempatan itu, Ciputra menegaskan, Untar harus dapat mencetak pengusaha-pengusaha yang tangguh, mandiri, serta mampu menjaga reputasi dan integritas.

"Kita harus menjadi wirausahawan yang jujur dan terbuka, baik dengan mitra dan juga pemerintah untuk saling membantu dan tolong menolong. Bukan sebaliknya malah melakukan penipuan. Ini lah integritas dan reputasi yang harus kita jaga," tegasnya.

Menurut dia, kampus berperan amat penting dan strategis menumbuhkan dan mencetak entrepreneur dengan pembelajaran dan praktik.

Ketua Harian Alumni FE Untar, Hadi Cahyadi, menambahkan, kampusnya memang terkenal dengan lulusannya yang menjadi pebisnis dan wirausaha.

"Banyak lulusan Untar menjadi entrepreneur dengan membuka bisnis sendiri dan tidak bekerja dengan orang lain," ujarnya.

Managing Partner Helios Capital ini menyarankan, jika ingin menjadi pebisnis, jangan langsung terjun setelah lulus kuliah. Lebih baik magang terlebih dulu selama dua tahun mencari pengalaman.

"Kalau dia langsung terjun ke bisnis restoran tingkat keberhasilan dan kegagalannya belum terukur. Karena dia tidak punya pengalaman,"cetusnya.

Hadi mengaku pernah pindah kerja delapan kali sebelum membuka bisnis di bidang penasihan finansial. Selain itu, lulusan S1 Untar ini juga menekankan pentingnya melanjutkan kuliah hingga S2 atau S3 jika ingin sukses dan berwawasan luas sebagai enterpenuer. Sebab, kuliah tinggi itu memberi ilmu yang lebih luas lagi dalam bidang bisnis yang digeluti. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More