Rabu 11 Maret 2015, 00:00 WIB

Australia Dikirimi Koin untuk Abbott

Nel/*/P-5 | Politik dan Hukum
Australia Dikirimi Koin untuk Abbott

AFP/ROMEO GACAD

 
KEDUTAAN Besar Australia yang terletak di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, disambangi puluhan mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat, kemarin. Mereka membawa lima kantong berisi koin untuk diberikan kepada Perdana Menteri Australia Tony Abbott.

Kantong-kantong tersebut berisi 21.866 koin yang terdiri dari pecahan Rp100, Rp500, dan Rp1.000. Massa Koalisi Pro Indonesia yang dimotori Gerakan Pemuda Islam Indonesia dan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam itu juga membawa uang kertas senilai Rp2 juta lebih.

Andi Sinulingga, inisiator Coin for Abbott, mengatakan pihaknya berhasil menggalang dukungan masyarakat Indonesia yang berasal dari Jakarta, Riau, Bali, dan Brebes.

"Ini bentuk kemarahan terhadap Abbott yang telah menghina bangsa kita. Kita menuntut tegakkan hukum sekarang juga, segera laksanakan eksekusi dua warga negara Australia tersebut," ungkap Andi.

Sebelum menyerahkan uang, massa terlebih dahulu berorasi selama 30 menit. Mereka juga menyanyikan lagu sindiran buat orang nomor satu di 'Negeri Kanguru' tersebut.

Kelima kantong koin berukuran sekitar 5 kg itu kemudian diberikan kepada Aryo Sasongko selaku perwakilan Kedutaan Besar Australia.

Pria bertubuh gemuk itu keluar dengan mengunakan kacamata hitam dari balik pintu gerbang yang terbuat dari besi.

Tak banyak yang diucapkannya.

Dia hanya sesekali terlihat mengangguk dan tersenyum simpul setelah mendapatkan koin untuk Abbott.

Aryo pun langsung bergegas balik badan dan meninggalkan awak media tanpa memberikan tanggapan.

"Dengan diserahkannya uang recehan ini tentu saja kita ingin menunjukkan bahwa dengan ucapan Abbott terhadap masyarakat Indonesia ini menunjukkan bahwa dia seorang politikus recehan," pungkas dia.

Beberapa waktu lalu, Abbott pernah menyinggung perihal bantuan kemanusiaan bagi Aceh yang pada 2004 tengah dilanda tsunami.

Dengan mengungkit hal itu, Abbott berharap Indonesia tidak mengeksekusi mati dua warga negaranya yang menjadi gembong narkoba, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More