Senin 09 Oktober 2017, 00:30 WIB

Posisi Cadangan Devisa Indonesia semakin Kuat

Administrator | Ekonomi
Posisi Cadangan Devisa Indonesia semakin Kuat

ANTARA

 

GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyampaikan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2017 berdasarkan data BI mencapai US$129,4 miliar, atau lebih tinggi ketimbang per akhir Agustus 2017 sebesar US$128,8 miliar.

"Posisi cadangan itu cukup untuk membiayai 8-9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta di atas standar kecukupan internasional, yakni tiga bulan impor," ungkap Agus seusai rapat koordinasi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/10).

Menurut Agus, peningkatan cadangan devisa itu dipengaruhi penerimaan devisa dari penerimaan pajak dan devisa hasil ekspor minyak dan gas bumi bagian pemerintah, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, dan hasil lelang surat berharga Bank Indonesia valas.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Yang utama juga ialah kekuatan dari transaksi berjalan kita," ujarnya.

Agus menjelaskan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) Indonesia masih terkendali. Pada kuartal II 2017, CAD memang tercatat 1,9% dari produk domestik bruto (PDB), atau cenderung tertekan.

Namun, pada kuartal III, CAD akan kembali berjalan baik.

Dia memprediksi CAD sepanjang 2017 berkisar 1,5%-2% dari PDB, dan pada 2018 di antara 2% dan 2,5% dari PDB.

"Transaksi berjalan kita di 2017 akan berada pada range 1,5%-2% dari PDB. Kami tentunya ingin menjaga transaksi berjalan kita sehat," pungkas Agus.

Sementara itu, pekan lalu laju indeks harga saham gabungan (IHSG) bisa ditutup menguat pada perdagangan Jumat (6/10) sebesar 0,07% ke level 5.905,37 poin jika dibandingkan dengan posisi di 5.900,85 poin, setelah sempat menyentuh level tertinggi hingga 5.951,47 poin pada Rabu (4/10).

Penguatan IHSG itu diikuti dengan nilai kapitalisasi pasar BEI yang tumbuh 0,08% ke posisi Rp6.478,81 triliun dari Rp6.473,35 triliun, yang juga sempat menyentuh level tertinggi hingga Rp6.529,13 triliun pada Rabu.

"Rata-rata nilai transaksi harian IHSG sepanjang pekan berubah 7,62% menjadi Rp6,42 triliun dari Rp6,95 triliun sepekan sebelumnya," ungkap Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono melalui rilisnya, Sabtu (7/10). (Tes/Try/E-3)

Baca Juga

DOK PUPR

Menteri Basuki Tekankan Penggunaan Komponen dalam Negeri

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Juli 2020, 22:42 WIB
Jembatan Sei Alalak akan menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia sekitar 30 tahun dan menjadi jalur utama yang menghubungkan...
DOK KEMEN PUPR

Menteri Basuki: Penyediaan Irigasi Kunci Pengembangan Food Estate

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Juli 2020, 22:31 WIB
Dikatakan Menteri Basuki, dengan merevitalisasi areal sawah yang sudah ada, maka biaya yang dibutuhkan juga akan lebih murah dibandingkan...
Ilustrasi

Industri Petrokimia Global Siap Investasi di Teluk Bintuni

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 08 Juli 2020, 21:45 WIB
Kawasan itu dilirik salah satu pemain Industri Petrokimia global, Chayil Energy yang berniat membuat basis produksi di Teluk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya