Minggu 08 Oktober 2017, 20:25 WIB

Swasembada Beras Diyakini Terus Berlanjut

Erandhi Hutomo Saputra | Ekonomi
Swasembada Beras Diyakini Terus Berlanjut

ANTARA

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) optimistis Indonesia akan mampu menjaga momentum swasembada beras secara berkelanjutan.

Pasalnya, saat ini di sejumlah daerah sudah mulai memasuki musim hujan, yang akan diikuti dengan musim tanam pada Oktober 2017 hingga Maret 2018.

"Sekarang sudah memasuki musim hujan, artinya petani siap menyemai benih dan mengolah tanah untuk tanam padi pada musim Oktober hingga Maret," ujar Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan Suwandi dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (8/10).

Adapun berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah Provinsi sudah mulai memasuki musim hujan di Oktober-November.

Seperti di Aceh, Sumut, Sumbar, Sumsel, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Jambi, Lampung, Jabar, DIY, Kalteng, Kalbar, Kaltim, Kalsel, Jateng, Jatim, Bali, NTB, NTB, Maluku, Maluku Utara, semua wilayah Sulawesi, Papua Barat dan Papua.

Bahkan menurut BMKG, pada Oktober ini di Cilacap, Pangandaran dan Ciamis curah hujan tinggi sehingga terjadi banjir. Di September pun telah terjadi hujan di daerah Solok Selatan, Sumbar dan Landak, Kalbar.

Dengan prediksi tersebut Kementan menargetkan luas tanam padi pada musim tanam bisa lebih tinggi lagi dibanding periode sama tahun sebelumnya. Sehingga diharapkan pada musim Oktober-Maret 2017-2018, swasembada beras bisa terus berlanjut. Terutama di sentra penghasil padi utama antara lain di Jatim, Jabar, Jateng, Sulsel, Lampung, Sumsel, dan Sumut.

Diketahui luas lahan tanam pada musim Oktober-Maret 2016-2017 mencapai 9,35 juta hektare (ha). Luas tersebut, 596 ribu ha (6,8%) lebih tinggi dibanding periode sama tahun sebelumnya yang hanya 8,76 juta ha.

"Lalu berdasarkan data luas tanam padi Oktober-Maret 2016-2017 dan April-September 2017 surplus lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Kami yakin produksi padi 2017 jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, dan mampu menjaga swasembada secara berkelanjutan sehingga tidak perlu impor beras," ungkapnya.

Kementan tidak mengeluarkan rekomendasi impor beras sejak Januari 2016 hingga sekarang. Ketersediaan beras, tutur Suwandi, jauh di atas kebutuhan nasional.

Hingga kini stok beras di Bulog masih sebanyak 1,52 juta ton. Sehingga, ungkap Suwandi, stok tersebut aman untuk memenuhi kebutuhan beras hingga tujuh bulan ke depan atau April 2018. Sementara pada Februari hingga April akan ada panen raya padi, sehingga penyerapan gabah akan meningkat. (OL-4)

Baca Juga

MI/Ramdani

Bank Mandiri Bakal Operasikan 6 Cabang Edu Branch Tahun ini

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 09 Juli 2020, 16:10 WIB
Di kantor cabang tersebut, nasabah akan diberikan pengalaman bertransaksi digital ala Bank Mandiri yang mudah, cepat dan...
Antara/Akbar Nugroho

Menkeu: Defisit APBN Semester I 2020 Tembus Rp257,8 Triliun

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 09 Juli 2020, 15:39 WIB
Pendapatan negara pada semester I 2020 tercatat Rp811,2 triliun, atau 47,7% dari target dalam Perpres 72/2020. Realisasi itu mengalami...
Ist/Asian Agri

Asian Agri Dukung KUD Sumber Bahagia Siap Remajakan Kebun Sawit  

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Juli 2020, 15:36 WIB
Para petani sawit yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Bahagia bertekad melakukan peremajaan (replanting) kebun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya