Sabtu 07 Oktober 2017, 16:25 WIB

Dapat Stabilkan Rupiah, Pemerintah akan Terbitkan Kontrak Berjangka Rupiah-US$

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Dapat Stabilkan Rupiah, Pemerintah akan Terbitkan Kontrak Berjangka Rupiah-US$

ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA

 

BADAN Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan bersama Bank Indoensia kini tengah membahas perluasan produk bursa berjangka terbaru, yakni kontrak berjangka rupiah dan dolar Amerika Serikat (US$). Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah terhadap mata uang Negeri Paman Sam.

“Pembahasannya sudah ada. Kami sudah menjajaki perangkatnya untuk mengeluarkan kontrak rupiah dan dolar AS. Kami sudah melihat ketentuan apa saja yang harus dilakukan dan memetakan hal tersebut,” ujar Kepala Bappebti Bachrul Chairi di Malang, Jawa Timur, Jumat (7/10).

Kedua penentu kebijakan itu nantinya akan memiliki tugas dan fungsi pokok masing-masing dalam menjalani dan mengawasi kebijakan tersebut.

“Kami sangat fleksibel. Kami tahu masalah keuangan merupakan teritorial BI maka fungsi yang menjadi kewenangan BI akan dilakukan BI. Sementara, kontrak itu dijual di bursa berjangka, maka ketentuan bursa berjangka yang menjadi acuannya. Kami sangat adaptif. Pengawasan bisa dilakukan bersama,” terang Bachrul.

Ia pun berharap produk anyar bursa berjangka tersebut dapat segera dirilis pada tahun depan. “BI bilang mereka ingin 2019, tetapi saya berharap bisa segera di 2018 karena ini termasuk hal yang mendesak.”

Terkait nasabah yang dapat ikut serta dalam perdagangan itu, ia mengatakan masih terbatas kepada institusi-institusi dan kemungkinan perbankan.

Selain dapat menstabilkan nilai tukar rupiah, perluasan produk itu juga diharapkan dapat mengangkat industri perdagangan berjangka di dalam negeri.

“Jika kontrak ini berjalan, transaksi perdagangan di bursa berjangka bisa meningkat dan jumlah investor akan bertambah,” ucapnya.

Selama beberapa tahun terakhir, jumlah investor di perdagagan berjangka hanya naik sekitar 5% per tahun. Tercatat hingga kuartal ketiga 2017, jumlah investor di perdagangan berjangka hanya 112 ribu. “Kebijakan ini akan menjadi jalan keluar bagi bursa berjangka untuk dapat lebih baik lagi ke depannya,” pungkas Bachrul.(OL-3)

Pra

Baca Juga

DOK Patra Jasa

Patra Jasa Raih Penghargaan Anugerah BUMN 2020

👤Widhoroso 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 22:55 WIB
Ini menjadi kali ketiga Patra Jasa secara beruntun menerima penghargaan dalam ajang Anugerah...
Antara/Dhemas Revianto

PNM Siap Bayar Obligasi Jatuh Tempo Rp750 Milar

👤Raja Suhud 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 19:15 WIB
Dalam masa pandemi covid-19,  PNM tetap menyalurkan pembiayaan kepada usaha ultra mikro dan UMKM lebih dari Rp8,2...
Antara/Aloysius Jarot Nugroho

Ini Sederet Alternatif Pembiayaan Infrastruktur di Masa Pandemi

👤M Ilham Ramadhan 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 18:05 WIB
Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur 2020-2024 sebanyak Rp6.445 triliun. Pemerintah hanya menyanggupi Rp2.385 triliun....

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya