Jumat 06 Oktober 2017, 07:02 WIB

Masa Siaga Darurat Gunung Agung Diperpanjang

Administrator | Nusantara
Masa Siaga Darurat Gunung Agung Diperpanjang

AP/FIRDIA LISNAWATI

 

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang masa siaga darurat Gunung Agung di Kabupaten Ka­rangasem, Bali, hingga 16 Ok­tober 2017. Kepala BNPB Willem Rampangilei menegaskan hal itu saat mengunjungi Pos Ko­mando Penanganan Darurat Gunung Agung di Karangasem, Bali, kemarin.

Menurut Willem, keputusan memperpanjang masa siaga da­rurat itu telah melalui diskusi antara BNPB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Pemkab Karangasem, dan pihak terkait lainnya.

Sebelumnya, status siaga da­rurat Gunung Agung diberlakukan mulai 22 September sejak gunung api itu naik status menjadi awas atau level IV.

Dalam perkembangan terakhir dilaporkan Willem bahwa hingga kemarin, aktivitas vulka­nis Gunung Agung secara rata-rata tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan, bahkan menunjukkan kecenderungan peningkatan.

“Kami menghadapi ketidakpastian. Ini salah satu tantangan terberat, tetapi kami siap jika hal buruk terjadi,” ia menegaskan.

Dalam kesempatan itu Willem juga mengimbau kepada warga yang berada di luar 28 desa untuk kembali pulang karena tidak masuk kawasan berbahaya.

Meski pemerintah daerah mengimbau warga di luar zona berbahaya untuk kembali pulang dari pengungsian, jumlah pengungsi yang tercatat hingga saat ini terus bertambah.

BNPB menyebutkan data terakhir jumlah pengungsi mencapai 150.109 tersebar di 420 titik di sembilan kabupaten/ko­ta di Bali.

Di lain sisi, pascapenetapan status awas Gunung Agung, Kementerian Pariwisata membuat skenario pemindahan wi­satawan yang saat ini masih berada di Bali. Kemenpar dikatakan bakal memindahkan turis mancanegara dan turis domestik ke Lombok.

“Skenario ke Lombok. Wisa­ta­wan yang ada di Bali akan di­siapkan transportasi menuju Lombok. Kami berharap semua dampak dapat diminimalisasi, uta­manya yang berdampak pa­da sektor pariwisata,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, kemarin.

Terkait dengan keselamatan ternak, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Putu Sumantra membantah bahwa spesies sapi bali terancam punah akibat ancaman erupsi Gunung Agung.

“Informasi itu tidak benar. Karena selama ini banyak sapi di daerah kawasan rawan bencana yang tidak terjual tetap dirawat dengan baik. Banyak pengungsi yang membawa sapi ke lokasi aman. Banyak tim rescue yang mengevakuasi sapi,” ujar Putu. (Dhk/OL/Ant/X-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More