Rabu 04 Oktober 2017, 20:36 WIB

Indonesia Siap Gelar Dua Event Balapan Internasional

Nurul Fadillah | Olahraga
Indonesia Siap Gelar Dua Event Balapan Internasional

Ist

INDONESIA siap menjadi tuan rumah gelaran balap mobil internasional. Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai federasi olahraga otomotif Indonesia telah bekerja sama dengan Federasi Automobil Internasional (FIA) untuk menggelar Formula Electric dan World Rally Championship (WRC) pada 2019 mendatang.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum IMI Sadikin Aksa pasca-pembukaan Rapat Koordinasi Olahraga dan Wisata IMI 2017 di Hotel Ambhara, Rabu (4/10). Menurut Aksa, FIA sudah mendekati Indonesia untuk bisa menggelar dua event balapan bergengsi di dunia tersebut.

"Untuk WRC, tahun ini mereka sudah dikontrol oleh satu promotor sendiri. Mereka (FIA) sudah bilang untuk bisa menjadi tuan rumah salah satu seri WRC tidak perlu lagi memiliki reli provinsi atau reli nasional. Sudah berbeda aturannya, promotor hanya akan melihat tingkat keaktifan kegiatan otomotif Indonesia dalam satu tahun dan kesiapan Indonesia secara finansial," ujar Sadikin.

Indonesia berpeluang besar untuk bisa berpartisipasi sebagai satu dari 13 seri Kejuaraan Reli Dunia tersebut. Tapi, mengingat seri WRC untuk tahun depan sudah ditutup maka kemungkinan WRC dapat terselenggara pada 2019.

Hanya saja, lanjut Sadikin, semua tergantung provinsi yang menjadi tuan rumah. Dalam hal ini, Palembang, Sumatra Selatan yang sudah menyiapkan venue.

"Di Asia sendiri belum ada yang pernah menggelar seri WRC sehingga sebetulnya peluang kita berpartisipasi sebagai tuan rumah sangat besar. Tapi, kembali lagi, semua tergantung kesiapan venue dan teknis dari Palembang sebagai tuan rumah dan pemerintah pusat untuk membayarkan uang kontrak sebesar 500 ribu euro di luar biaya penyelenggaraan," lanjut Sadikin.

Selain WRC, Indonesia juga berpotensi menggelar Formula E yang kini mulai populer di dunia balap mobil. Menurut Sadikin, Jakarta menjadi salah satu yang menjadi incaran FIA karena FE dapat dilangsungkan di dalam kota dan luas sirkuit yang dibutuhkan hanya 2,1 kilometer.

Sayangnya, uang kontrak untuk FE saat ini semakin meningkat dan terbilang cukup mahal. Jika dua tahun lalu nilai kontraknya hanya 500 ribu euro sekarang sudah meningkat tiga kali lipat jadi 1,5 juta euro.

"FIA bilang Jakarta memenuhi persyaratan menggelar FE karena FE hanya menggunakan jalan raya sehingga di Senayan juga bisa. Bannya juga tidak khusus seperti Formula-1, dan tembol lintasan juga bongkar pasang sehingga bisa kita sewa di Singapura," jelas Sadikin.

"Tapi, selain uang kontrak, untuk menggelar balapan itu juga tergantung kebijakan Gubernur Jakarta nanti yang menjabat mau bagaimana," lanjutnya. (X-12)

Baca Juga

Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Ajak Masyarakat Tetap Berolah Raga

👤Andhika Prasetyo 🕔Minggu 07 Juni 2020, 15:15 WIB
Menurut presiden, olah raga tetap akan dilakukan asalkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan ketat seperti menjaga jarak satu...
AFP/John GURZINSKI

McGregor Kembali Umumkan Pensiun

👤Akmal Fauzi 🕔Minggu 07 Juni 2020, 14:45 WIB
Pada unggahan di Twitter, pria berusia 31 tahun itu menyertakan foto bersama ibunya dengan memberikan keterangan tentang dirinya...
MI/VICKY GUSTIAWAN

GBK Padat Pengunjung, Pegiat Olahraga Ingatkan Protokol

👤Akmal Fauzi 🕔Minggu 07 Juni 2020, 14:30 WIB
Dilongarkannya Pembatasan Sosial Berskala Besara (PSBB) di Jakarta membuat masyarakat mulai berolahraga di luar ruang salah satunya di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya