Selasa 03 Oktober 2017, 19:42 WIB

Blaugrana Jadi Alat Politik Catalonia

Nurul Fadillah | Olahraga
Blaugrana Jadi Alat Politik Catalonia

AFP PHOTO / Josep LAGO

KANCAH perpolitikan Spanyol tengah memanas. Salah satu wilayah otonom mereka yakni Catalonia tengah bersikeras menggelar referendum kemerdekaan untuk menjadi mandiri, sebagai sebuah negara terpisah dari Spanyol.

Keinginan Catalonia untuk berpisah memang sudah ada sejak bertahun-tahun yang lalu. Masyarakat Catalonia selalu merasa bukan bagian dari Spanyol karena adanya perbedaan baik dari sisi budaya, sejarah maupun ekonomi.

Isu perpisahan sempat mencuat pada 2014 dan kini kembali memanas. Bahkan, isu politik pemerintahan tersebut juga mempengaruhi dunia sepak bola Spanyol.

Betapa tidak, Spanyol memiliki tim-tim raksasa yang mendunia dengan satu tim terkuat yang menjadi kebanggaan mereka adalah FC Barcelona. Klub ini berbasis di Barcelona, ibu kota Catalonia. Didirikan pada 1899 oleh sekelompok pemain dari Swiss, Inggris dan Catalan yang dipimpin oleh Joan Gamper, klub berjuluk Blaugrana tersebut telah menjadi simbol budaya Catalan dan Catalanisme.

Bahkan, tak jarang para punggawa Barcelona selalu dipanggil sebagai skuat The Catalans. Jika, Catalonia terpisah dari Spanyol sudah pasti Barcelona tak akan lagi menjadi bagian dari kompetisi tertinggi di Spanyol, yakni La Liga. Kondisi ini jelas bisa mempengaruhi kepopuleran sepak bola Spanyol di tingkat internasional.

Sayangnya, sebagai salah satu klub yang paling berpengaruh di dunia, Barcelona justru dimanfaatkan sebagai alat politik bagi para pejabat pemerintahan Catalonia yang dipimpin Carles Puigdemont tersebut.

Bahkan, beberapa pemain sudah ada yang berani dalam mendukung referendum kemerdekaan Catalonia. Satu diantaranya adalah Gerard Pique yang sudah ikut memberikan suara untuk kemerdekaan Catalonia, khususnya dalam pemungutan suara ilegal yang dilakukan oleh para petinggi Spanyol pada akhir pekan lalu.

Pihak kepolisian Spanyol pun berusaha menghentikan referendum tersebut dengan melukai puluhan aktivis. Adanya insiden tersebut, memicu klub Barcelona untuk ngotot membatalkan pertandingan melawan Las Palmas pada Minggu malam.

Namun kabarnya, pihak La Liga mengancam memberikan penalti hingga enam poin jika Barca membatalkan pertandingan. Alhasil, sebagai bentuk protes, Blaugrana memutuskan tampil tanpa penonton 30 menit sebelum kick-off pertandingan.

"Saya sangat bangga dengan Catalonia dan para masyarakatnya. Terlepas dari bagaimana mereka dihasut dan terlepas dari berapa banyak (pihak berwenang dan pasukan keamanan Spanyol) yang ingin menjatuhkan mereka dalam perangkap, mereka tetap melakukannya dengan damai dan dinyanyikan dengan keras dan jelas," ujar Pique.

"Bermain tanpa penonton merupakan pengalaman terburuk saya ebagai profesional. Kami memberikan pendapat kami (di ruang ganti), ada yang pro dan ada yang kontra, tetapi pada akhirnya kami memutuskan untuk bermain," lanjutnya.

Pernyataan Pique didukung oleh eks pelatih Barcelona Pep Guardiola. Menurut Guardiola, seharusnya Barca tidak jadi bertanding.

"Saya tidak akan bermain. Bila pada akhirnya mereka memutuskan memainkan pertandingan, kalian seharusnya melakukannya di hadapan para penggemar dan semua konsekuensi yang ada," cetus pelatih Manchester City tersebut. (OL-4)

Baca Juga

MOHD RASFAN / AFP

Lorenzo: Yamaha Tidak Banyak Berubah Sejak Kutinggalkan

👤Antara 🕔Selasa 02 Juni 2020, 21:40 WIB
Mesinnya tak terlalu meningkat. Lorenzo membandingkan telemetri dengan motor yang dipakainya pada 2016, tak terlalu...
AFP/Andre Isakovic

Tanpa Penonton, GP Austria Resmi Jadi Seri Pembuka F1

👤Akmal Fauzi 🕔Selasa 02 Juni 2020, 18:11 WIB
Sirkuit Red Bull Ring Austria akan menjadi tuan rumah dua balapan pertama F1 musim ini yakni pada 5 Juli dan 12...
MI/Ramdani

Maksimalkan Persiapan Tunggal Putra

👤Akmal Fauzi 🕔Selasa 02 Juni 2020, 15:45 WIB
Indonesia meloloskan dua wakil tunggal putra ke Olimpiade Tokyo 2020 yang diadakan tahun depan, yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya