Selasa 03 Oktober 2017, 14:12 WIB

PVMBG: Aktivitas Kegempaan Gunung Agung Belum Turun

MICOM | Nusantara
PVMBG: Aktivitas Kegempaan Gunung Agung Belum Turun

ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

 

PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat aktivitas kegempaan Gunung Agung (3142 mdpl) rata-rata belum terjadi penurunan, sehingga status awas atau level IV Gunung Agung masih diberlakukan.

"Aktivitas kegempaan Gunung Agung belum menurun karena jumlah gempa vulkanik dalam dan gempa vulkanik dangkal rata-rata 700 kali per harinya sejak beberapa waktu lalu hingga saat ini," kata Kasubid Mitigasi Gunung Agung Wilayah Timur dari PVMBG Badan Geologi, Kementerian ESDM, Devy Kamil di Karangasem, Bali, Selasa (3/10).

Adanya gempa ini, kata dia, merefleksikan atau mengindikasikan adanya pergerakan magma kepermukaan, sehingga status Gunung Agung saat ini masih dalam status awas atau level IV. "Secara umum berdasarkan data kami belum
ada tendensi penurunan aktivitas Gunung Agung," ucapnya.

Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali yang memiliki ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut, kata dia, jumlah gempa masih sangat tinggi per harinya, secara visual memang terlihat dari satelit ada perubahan permukaan kawah yang mengalami lubang-lubang tembusan untuk mengeluarkan gas.

"Gas-gas yang keluar menyerupai asap putih ini secara rutin diamati, meskipun dalam kondisi Gunung Agung berkabut, tetap mengeluarkan asap dengan ketinggian rata-rata 200 hingga 500 dipermukaan kawah gunung," tuturnya. Ia mengimbau kepada masyatakat yang berada diradius sembilan kilometer serta ditambah perluasan wilayah sektoral yang semula 7,5 kilometer menjadi 12 kilometer ke arah Utara, Timur Laut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya sehingga kawasan suci itu masuk dalam radius berbahaya.

"Di luar radius ini, masyarakat dapat melakukan aktivitas seperti biasanya dan tidak perlu takut, karena pihaknya terus melakukan monitor 24 jam untuk keamanan masyarakat," ujarnya.

Devy mengingatkan kepada masyarakat, apabila tejadi aktivitas kegempaan yang terus meningkat diharapkan masyarakat menjauh dan mencari tempat yang lebih aman, karena alam tidak dapat di lawan saat terjadi bencana.
"Semua masyarakat dan kami berharap tidak ada letusan, namun kita harus tetap bersiaga karena bencana letusan Gunung Agung ini bisa terjadi kapan saja. Kita boleh berharap yang terbaik, namun Kami selalu memikirkan
bagaimana hal terburuknya akan terjadi nanti," ujar Devy.(Ant/OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More