Sabtu 30 September 2017, 21:29 WIB

Arvin Juara Etape Terakhir ITdBI 2017 setelah Ditentukan Foto Finis

Abdus Syukur | Olahraga
Arvin Juara Etape Terakhir ITdBI 2017 setelah Ditentukan Foto Finis

ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

ETAPE terakhir ajang International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2017 di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (30/9), diwarnai adanya dua pemenang, karena dua pembalap, yakni Felipe Marcelo dari tim 7Eleven-Roadbike Philippines dan Arvin Moazamigodarzi dari tim Pishgaman Iran masuk finis dalam waktu hampir bersamaan.

Karena sama-sama merasa menang, saat melintasi garis finis mereka sama-sama melakukan selebrasi kemenangan.

Pemenang pun harus ditentukan melalui foto finis. Dalam jepretan kamera berkecepatan tinggi yang dipasang di garis akhir lomba di depan Kantor Pemkab Banyuwangi, itu terlihat ban depan Moazamigodarzi lebih dulu menyentuh garis finis dengan selisih sangat tipis, yakni setipis ban depan yang digunakan pembalap Iran tersebut, sementara Marcelo menguntit di belakangnya hanya beberapa sentimeter.

Dalam balapan yang dimulai di garis start di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung itu, di awal lomba sejumlah pembalap melakukan breakaway. Namun, upaya kabur dari peleton itu tidak berhasil. Rombongan besar kembali menangkapnya. Namun, ketika balapan memasuki sirkuit kota untuk berputar sebanyak 6 kali, tujuh pembalap berada di posisi terdepan.

Selisih mereka memang tak sampai hitungan menit. Namun, pergerakan tujuh pembalap tersebut tidak bisa dikejar peleton. Hanya beberapa pembalap yang akhirnya bisa mengejar mereka.

Total ada delapan pembalap di depan. Mereka ialah dua pebalap 7Eleven, Edgar Nieto dan Felipe Marcelo, duo Pishgaman yaitu Arvin Moazamigodarzi dan Ali Khademi; kemudian Jay Dutton (St George Continental Cycling Team), Hyosuk Gong (Terengganu Cycling Team), Nawuli Liphongyu (Thailand Continental), dan Selamat Juangga (KFC Cycling Team).

Saat balapan memasuki putaran terakhir, hanya lima pembalap yang bertahan. Nieto mengawal ketat Marcelo, sedangkan Moazamigodarzi sendirian bertarung bersama Liphongyu dan Juangga. Mau tidak mau Moazamigodarzi sendirian melakukan sprint meski garis finis masih 100 meter. Marcelo yang beruntung dikawal Nieto baru menyerang saat garis finis kurang dari 25 meter.

"Saya begitu dekat sprint karena saya masih punya sprint power daripada pembalap lainnya di grup terdepan. Nieto juga bilang kepada saya untuk prioritas juara etape," kata Marcelo, sebagaimana keterangan panitia lomba.

"Makanya saya sangat yakin saya yang menjadi juara karena saya merasa lebih kuat," katanya melanjutkan.

Namun data yang dirilis Result Service, perusahaan 'timing system' yang didatangkan dari Hong Kong, tak bisa ditipu. Dalam foto finis yang dirilis, Moazamigodarzi terbukti menyentuh garis finis lebih dulu. Meski hanya berselisih setebal ban, pembalap Iran itu tetap yang berhak meraih kemenangan. Marcelo pun harus puas dengan posisi runner up etape keempat atau terakhir. (Ant/OL-2)

Baca Juga

AFP

Bintang Blazers Ancam Boikot

👤MI 🕔Kamis 28 Mei 2020, 04:40 WIB
BINTANG Portland Trail Blazers Damian Lillard enggan bermain jika kompetisi basket NBA musim ini dilanjutkan karena timnya tak...
ANTARA

Dana Pelatda PON Babel Dipangkas, Tersisa Rp2,5 Miliar

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Kamis 28 Mei 2020, 03:40 WIB
Salah satu pertimbangan pemotongan dana pelatda adalah mundurnya PON Papua ke...
Antara

Taekwondo Jadwalkan Kirim Atlet ke Korsel

👤Antara 🕔Rabu 27 Mei 2020, 23:10 WIB
Rencana tersebut sebelumnya gagal terlaksana pada Maret lalu akibat adanya pembatasan penerbangan dari pemerintah Korea...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya