Rabu 27 September 2017, 10:15 WIB

Jika Gunung Agung Meletus, 10 Bandara Alternatif sudah Disiapkan

Arnoldus Dhae | Nusantara
Jika Gunung Agung Meletus, 10 Bandara Alternatif sudah Disiapkan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) membuka Transport Senior Official Meeting ke-4 dalam rangkaian ASEM Transport Minister Meeting (TTM) 4th, di Nusa Dua, Bali, Selasa (26/9). -- ANTARA FOTO/HO/Erwan

 

KEMENTERIAN Perhubungan menyiapkan 10 bandara untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas Gunung Agung. Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seusai menggelar rapat dengan jajaran Kemenhub dan stakeholder di sela-sela pembukaan Asia Europe Meeting Transport Minister Meeting (ASEM TMM) di Nusa Dua, Selasa (26/9).

"Ada 10 bandara yang kita siapkan untuk mengantisipasi erupsi Gunung Agung yaitu di Jakarta, Makassar, Surabaya, Balikpapan, Solo, Ambon, Manado, Praya, Kupang, Banyuwangi. Ke-10 bandara itu sebagai alternatif bagi pesawat yang melayani rute ke Bandara Ngurah Rai yang ditutup apabila terdampak debu vulkanik Gunung Agung," ujarnya.

Namun demikian Budi Karya berharap apabila Gunung Agung meletus pun tidak sampai membawa dampak yang parah dan mengganggu penerbangan dari dan ke Bandara Ngurah Rai.

Menurut Menhub diperkirakan terdapat 5.000 penumpang yang akan terdampak bila Bandara Ngurah Rai ditutup. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Menhub mengatakan telah menyiapkan dua rencana. Pertama memindahkan penumpang ke rute Banyuwangi dan Praya. Rencana kedua antara Banyuwangi dan Surabaya melalui jalur darat.

"Kemenhub juga telah menyiapkan 100 bus untuk mobilisasi penumpang keluar Bali melalui Banyuwangi, Surabaya dan Praya. Dari jumlah 5.000 penumpang yang diperkirakan terdampak, 70%-nya diperkirakan akan keluar dari Bali. Sedangkan 30%nya merupakan penumpang yang berasal dari Bali sehingga tidak diperlukan kendaraan untuk mengantar," jelas Menhub.

Lebih lanjut Menhub mengatakan ke-10 bandara yang disiapkan adalah untuk alternatif pendaratan (divert) terhadap pesawat yang sudah terbang menuju Bali.

"Jadi pesawat akan didaratkan ke lokasi terdekat pesawat itu berada atau arah datangnya pesawat. Contohnya jika pesawat tersebut berada di posisi dekat bandara di Makassar, maka pesawat tersebut akan mendarat di sana. Untuk pengalihan itu nanti Airnav yang akan melakukan," terang Menhub.

Selain itu Menhub meminta masing-masing otoritas bandara berkoordinasi dengan instansi terkait. "Contohnya jika turis harus overstay karena kejadian erupsi Gunung Agung, maka Imigrasi harus memberikan bantuan terkait perpanjangan visa turis tersebut. Juga untuk kelancaran barang-barang bantuan, saya minta agar berkoordinasi dengan Bea Cukai," papar Menhub. (X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More