Rabu 27 September 2017, 10:01 WIB

Kunjungi Posko Pengungsi, Mensos Pastikan PKH tidak Terganggu

Arnoldus Dhae | Nusantara
Kunjungi Posko Pengungsi, Mensos Pastikan PKH tidak Terganggu

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kedua kanan) berbincang dengan warga penerima bantuan sosial non tunai. -- ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

 

MENTERI Sosial Khofifah Indar Parawansa Rabu (27/9) pagi mengunjungi beberapa posko pengungsian Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali. Selain untuk melihat kondisi pengungsi, Mensos juga ingin memastikan proses pencairan bantuan sosial nontunai di Provinsi Bali tidak akan terganggu dengan status awas Gunung Agung.

Pencairan bansos, kata Khofifah, akan berjalan sesuai waktu yang dijadwalkan dan saat ini tinggal menyisir sisa untuk tahap tiga (Agustus-September).

"Semua masih sesuai jadwal, Kemensos dan Himpunan Bank Negara sebagai penyalur bansos PKH nontunai tetap maksimalkan keluarga penerima manfaat yang tersisa," ungkapnya di Karangasem, Bali, Rabu (27/9).

Aktivitas vulkanik Gunung Agung tercatat semakin meningkat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menyebut Gunung Agung telah memasuki fase kritis dan peluang terjadinya letusan sangat besar. Hal itu ditandai dengan banyaknya gempa vulkanik yang terjadi dalam sehari.

Provinsi Bali menerima bantuan sosial dari pusat sejumlah Rp283,6 miliar yang diperuntukkan lima jenis bantuan yaitu PKH, Beras Sejahtera, Bantuan Pangan Nontunai, Bansos Disabilitas, dan Bansos Lansia.

Adapun jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) PKH di Bali sebanyak 48,052. KPM terbesar ada di Kabupaten Buleleng, disusul Karangasem dan Tabanan. "Mudah-mudahan bansos ini bisa sedikit membantu meringankan beban para pengungsi," ujar Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memastikan bahwa logistik untuk warga di sekitar Gunung Agung, baik yang di Karangasem, Klungkung, Buleleng dan Bangli yang sedang mengungsi hingga saat ini masih mencukupi.

Kementerian Sosial, sebutnya, akan terus berkoordinasi dengan koordinator pengungsi Pemprov Bali maupun Dinas Sosial masing-masing Kabupaten untuk memastikan logistik seluruh pengungsi tidak kekurangan. Dari data Kementerian Sosial, sedikitnya dibutuhkan 23,5 ton beras per hari untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh pengungsi Gunung Agung.

"Intinya jangan sampai ada pengungsi yang tidak terpenuhi kebutuhan permakanan karena logistik habis. Ini harus menjadi perhatian serius karena pergerakan dan besarnya jumlah pengungsi," ujarnya. (X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More