Rabu 27 September 2017, 07:07 WIB

Pengungsi Diminta Patuhi Instruksi Petugas

Pol/OL/RS/Ant/X-7 | Nusantara
Pengungsi Diminta Patuhi Instruksi Petugas

Presiden Joko Widodo bersama Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta (kiri) dan Mensesneg Pramono Anung (kedua kiri) memberi bantuan kepada para pengungsi Gunung Agung di GOR Suwecapura, Klungkung, Bali, Selasa (26/9). -- ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

 

SEJAK Gunung Agung dinyatakan berstatus awas pada Jumat (22/9), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan belum terdeteksi adanya debu vulkanis gunung itu yang menyelimuti wilayah udara Bali.

Hingga kemarin, tercatat ada 72 kali gempa vulkanis, 73 kali gempa vulkanis dangkal, dan 7 kali gempa tektonik lokal. Dari tujuh kali gempa tektonik lokal, hanya dua kali yang dirasakan.

Di sisi lain, jumlah pengungsi melonjak hampir dua kali lipat menjadi 75.673 jiwa, yang tersebar di 377 titik pengungsian di sembilan kabupaten/kota di Bali. Diperkirakan, jumlah pengungsi terus bertambah karena pendataan masih terus dilakukan. Hal itu dikatakan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Kepala BMKG Wilayah III Denpasar Taufik Gunawan, dan Putu Eka, koordinator piket di UPT Pusdalops BPBD Provinsi Bali, secara terpisah di Denpasar, kemarin.

Geolog Institut Teknologi Surabaya (ITS) Amien Widodo mengatakan langkah cepat mengosongkan kawasan rawan bencana melalui pengungsian itu lebih penting dari­pada menunggu letusan gunung. “Jarak dari penetapan status awas ke meletus tidak dapat diprediksi, paling cepat bisa 2 jam, tapi bisa juga dua tahun,” kata dia.

Sementara itu, saat mengunjungi para pengungsi, Presiden Jokowi juga mengatakan tidak ada seorang pun yang tahu kapan Gunung Agung akan meletus ataupun tidak meletus.

“Mengurus pengungsi gunung api itu tidaklah mudah. Untuk itu pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota di Bali harus berupaya meringankan beban masyarakat, terutama beban ekonomi. Prioritaskan keselamatan warga,” ujar Presiden yang didampingi Ibu Negara Iriana.

Jokowi juga meminta seluruh warga di sekitar Gunung Agung mematuhi instruksi petugas, termasuk gubernur dan bupati. Dalam kunjungan itu Presiden menyerahkan bantuan Rp7,5 miliar bagi para pengungsi.

Secara terpisah, Direktur Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia, Novie Riyanto, mengata­kan pihaknya menyiapkan 10 bandara alternatif untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Agung.

Ke-10 bandara itu ialah Juanda Surabaya, Sultan Hasanuddin Makassar, Lombok, Adi Sumarmo Solo, Pattimura Ambon, Blim­bingsari Banyuwangi, Sepinggan Balikpapan, Kupang, Sam Ratulangi Manado, dan Soekarno-Hatta Tangerang.

Di lain pihak, enam negara, Amerika Serikat, Inggris, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan Malaysia, sudah ­mengeluarkan peringatan agar warga mereka meninggalkan Bali. (Pol/OL/RS/Ant/X-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More