Selasa 26 September 2017, 21:47 WIB

5.000 Penumpang Akan Terdampak Apabila Ngurah Rai Ditutup

MICOM | Nusantara
5.000 Penumpang Akan Terdampak Apabila Ngurah Rai Ditutup

ANTARA

 

SEBANYAK 5.000 penumpang diperkirakan terdampak apabila Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali ditutup akibat meningkatnya aktivitas Gunung Agung.

"Diperkirakan terdapat 5.000 penumpang yang akan terdampak bila bandara Ngurah Rai ditutup akibat erupsi Gunung Agung," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Denpasar, Selasa (26/9).

Terkait hal tersebut pihaknya telah menyiapkan dua rencana, yaitu pertama memindahkan penumpang ke rute Banyuwangi dan Praya dan rute Banyuwangi dan Surabaya melalui jalur darat. "Kemenhub telah menyiapkan 100 bus untuk mobilisasi penumpang keluar Bali
melalui Banyuwangi, Surabaya dan Praya. Dari jumlah 5.000 penumpang yang diperkirakan terdampak, 70 persennya diperkirakan akan keluar dari Bali. Sedangkan 30 persennya merupakan penumpang yang berasal dari Bali sehingga tidak diperlukan kendaraan untuk mengantar," kata Budi.

Untuk penanganan penumpang selanjutnya, setelah tiba di Surabaya, Banyuwangi dan Praya diserahkan kepada masing-masing maskapai penerbangan. Kemenhub juga telah menyiapkan 10 Bandara untuk mengantisipasi peningkatan aktifitas Gunung Agung, yakni Jakarta, Makassar, Surabaya, Balikpapan, Solo, Ambon, Manado, Praya, Kupang, Banyuwangi.

Sepuluh bandara tersebut sebagai bandara alternatif bagi pesawat yang melayani penerbangan ke Bandara Ngurah Rai yang ditutup apabila terdampak debu vulkanik Gunung Agung.

Namun demikian Budi berharap apabila Gunung Agung meletus pun tidak membawa dampak yang parah dan mengganggu penerbangan dari dan ke Bandara Ngurah Rai. Ia mengatakan 10 bandara yang disiapkan adalah untuk alternatif pendaratan
(divert) terhadap pesawat yang sudah terbang menuju Bali.

"Jadi pesawat akan didaratkan ke lokasi terdekat pesawat itu berada atau arah datangnya pesawat. Contohnya jika pesawat tersebut berada di posisi dekat bandara di Makassar, maka pesawat tersebut akan mendarat disana (Makassar). Untuk pengalihan tersebut nanti Airnav yang akan melakukan," tuturnya.

Selain itu, dia meminta masing-masing otoritas bandara berkoordinasi dengan instansi terkait. "Masing-masing otoritas harus berkoordinasi dengan instansi terkait contohnya jika turis tersebut harus menginap karena kejadian erupsi Gunung Agung maka Imigrasi harus memberikan bantuan terkait perpanjangan visa turis tersebut. Untuk kelancaran barang-barang bantuan saya minta agar
berkoordinasi dengan Bea Cukai," pungkasnya.(Ant/OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More