Selasa 26 September 2017, 23:31 WIB

Petani Sambut Masa Tanam

(LD/AD/HS/BN/JS/PO/YK/LN/N-2) | Nusantara
Petani Sambut Masa Tanam

ANTARA FOTO/Rahmad

 

MUSIM penghujan akan datang. Para petani di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diminta bersiap menjalani masa tanam. "Masa tanam jatuh pada Oktober. Dalam beberapa hari ini hujan mulai turun, dan musim penghujan akan datang pada pertengahan hingga akhir Oktober," ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyumas, Widarso, Selasa (26/9). Untuk menghadapi masa tanam, ia meminta petani untuk menyiapkan sarana produksi pertanian, seperti benih dan pupuk. Persiapan itu perlu dilakukan supaya petani tidak terlambat memasuki masa tanam.

Sebelumnya, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan, sebagian wilayah di Jateng selatan telah memasuki pancaroba, atau peralihan dari kemarau ke penghujan. "Musim penghujan sendiri jatuh pada pertengahan hingga akhir Oktober." Di Tasikmalaya, Jawa Barat, hujan yang turun tiga hari berturut-turut sudah menimbulkan bencana. Tanah longsor terjadi di Kampung Maleer dan Langkob, Desa Pusparaharja, Kecamatan Cigalontang. Tanah longsor menutup badan jalan. "Kami masih menunggu alat berat untuk membersihkan jalan dari material tanah longsor," ungkap Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya EZ Alfian.

Hujan juga sudah turun sejak Sabtu (23/9) di sejumlah daerah di Jawa Timur. "Hujan turun bukan karena pengaruh aktivitas Gunung Agung di Bali. Hujan di daerah ini juga bukan pertanda Jatim memasuki musim penghujan, karena kemarau masih akan berlangsung hingga pertengahan November," kata prakirawan BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto. Sampai kemarin, di sejumlah daerah, kekeringan masih terus terjadi. Kendati memasuki masa pancaroba, warga di Kabupaten Malang, Jawa Timur, masih membutuhkan pasokan air bersih.

"Kami mengirim bantuan dua truk air bersih per hari ke wilayah terdampak kekeringan. Hujan yang turun beberapa hari terakhir belum membantu warga mengatasi krisis air bersih," kata Kepala BPBD Malang, Bambang Istiawan. BPBD Klaten, Jawa Tengah, juga menyaku sudah menyalurkan 250 tangki air bersih ke daerah terdampak kekeringan. Sampai kemarin sudah 25 desa di tujuh kecamatan yang mengalami krisis air bersih. "Untuk distribusi air bersih, kami menyiapkan dana Rp100 juta," kata Kepala BPBD Klaten, Bambang Giyanto. Di Kupang, Nusa Tenggara Timur, persawahan seluas 1.260 hektare mengalami krisis air. Daerah terdampak terjadi di dua kecamatan.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More