Selasa 26 September 2017, 19:17 WIB

Jokowi Serahkan Bantuan Rp7,5 Miliar untuk Pengungsi Gunung Agung

Arnoldus Dhae | Nusantara
Jokowi Serahkan Bantuan Rp7,5 Miliar untuk Pengungsi Gunung Agung

ANTARA

 

PRESIDEN Joko Widodo mengunjungi pengungsi erupsi Gunung Agung dan menyerahkan bantuan senilai Rp7,2 miliar.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hilmat, menjelaskan, bantuan itu berupa matras sebanyak 18.230 lembar, masker 520.000 lembar, beras 12 ton, ember 2.000 buah, gayung 2.000 buah, dan perlengkapan anak-anak sebanyak 1.100 paket.
"Besarnya bantuan ini merupakan upaya Pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap para pengungsi terkait erupsi Gunung Agung, Bali. Bantuan itu distribusikan ke kantong-kantong pengungsian. Selain mendirikan dapur umum, serta menyiapkan tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP)," ujar Harry saat mendampingi Presiden Jokowi meninjau sejumlah titik lokasi pengungsian di Bali, Selasa (26/9).

Harry menambahkan, jumlah pengungsi yang terdata sebanyak 75 ribu lebih jiwa tersebar di lima kabupaten/kota. Adapun rinciannya ialah Kabupaten Kulungkung sebanyak 14.808 jiwa yang tersebar di 114 titik pengungsian.

"Kabupaten Kulungkung sebanyak 14.808 jiwa yang tersebar di 114 titik pengungsian, dengan titik pengungsian terbesar di Gor Sweca Pura Gel Gel berjumlah 3.789 jiwa. Kabupaten Karangasem jumlah sebanyak 30.012 jiwa yang tersebar di 6 kecamatan, Kabupaten Bangli sebanyak 7.047 jiwa yang tersebar di 23 titik pengungsian, Kabupaten Buleleng sebanyak 6.486 jiwa yang tersebar di 11 titik. Jumlah pengungsi di Kota Denpasar sebanyak 1.467 jiwa, tersebar di 15 titik," tambahnya.

Sedangkan sisanya, ungkap dia, tersebar di beberapa kabupaten lainnya di Pulau Dewata tersebut.

Sinergi antara Kemensos, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Provinsi Bali, Dinas Sosial Provinsi Bali, Pemerintah Daerah Kulungkung, Pemerintah Daerah Karangasem, Pemerintah Daerah Bangli, dan Pemerintah Daerah Buleleng sangat dibutuhkan dalam upaya pendataan pengungsi, titik lokasi pengungsian, pendirian dapur umum, dan penyebaran logistik.

Kemensos telah mengerahkan sumber daya manusia baik dari Kemensos, Dinas Sosial Provinsi, Dinas Sosial Kabupaten, Taruna Siaga Bencana, dan pilar sosial lainnya se-Provinsi Bali dan provinsi yang berdekatan yaitu Nusa Tenggara Barat dan Jawa Timur.

Kemensos juga sudah menyalurkan berbagai bantuan logistik untuk pengungsi terkait erupsi Gunung Agung senilai Rp4,8 miliar, bantuan berupa bahan makanan tenda dan perlengkapan pengungsian.

Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang dikerahkan sebanyak 619 orang berasal dari Bali, Jatim, NTB, dan Tagana Rajawali. Tim LDP sebanyak 33 orang dari Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS), Tim LDP Pusat, Sakti Peksos, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dan Universitas Maranatha yang tersebar di tiga titik yaitu Buleleng, Klungkung, dan Karangasem.

Hingga Senin (25/9) kemarin, Dinsos Kabupaten Karangasem telah mengeluarkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 62 ton untuk kebutuhan pengungsi di Karangasem. Sementara Dinsos Provinsi Bali meyiagakan dan mendistribusikan beras reguler sebanyak 50 ton untuk distribusi Kabupaten Bangli, Buleleng, dan Klungkung masing-masing 10 ton.

Kemensos juga sudah menyiapkan 42 kendaraan siaga bencana, 10 di antaranya mobil Dapur Umum Lapangan (Dumlap) yang ditempatkan di Posko Candi Kuning Bedugul yang dikelola oleh personel Tagana Tabanan, Posko Dinsos Bangli dikelola Tagana Bangli, Posko Dinsos Kota Denpasar yang dikelola Tagana Kota Denpasar, Posko Klungkung 3 yang dikelola Tagana NTB, Posko Klungkung 2 dikelola Tagana Jatim, Posko GOR Soecapura Gel Gel dikelola Tagana Klungkung, Dapur Air Rajawali, Posko Bandem dikelola Tagana Jembrana, Posko Ulakan dikelola Tagana Jatim, Posko Utama Karang Asem, dan Posko Tembok yang dikelola Tagana Buleleng. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More