Senin 25 September 2017, 20:33 WIB

BNPB Minta Masyarakat Jangan Sebar Hoax soal Gunung Agung

Antara | Nusantara
BNPB Minta Masyarakat Jangan Sebar Hoax soal Gunung Agung

thinkstock

 

KEPALA Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meminta masyarakat tidak menyebarkan berita palsu (hoax) yang menyebut Gunung Agung di Karangasem, Bali, telah meletus.

"Masyarakat diimbau tidak percaya dan menyebarkan berita yang menyesatkan karena letusan gunung tidak dapat diprediksi pasti," kata Sutopo di Jakarta, Senin (25/9).

Menurut dia, berita palsu dapat menyebabkan kepanikan di tengah masyarakat, terlebih terkait dengan Gunung Agung yang saat ini menunjukkan tanda-tanda akan mengalami erupsi sehingga dilakukan antisipasi dengan mobilisasi masyarakat sekitar gunung tersebut.

Terdapat kecenderungan, kata dia, masyarakat membagi konten yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait Gunung Agung. Misalnya terdapat pesan berantai di media sosial mengenai Gunung Agung yang meletus atau video letusan Gunung Agung, padahal konten audio visual itu tidak relevan dengan konteks terkini.

Dia mengatakan letusan gunung tidak dapat diprediksi, demikian juga Gunung Agung yang hingga saat ini telah memasuki masa kritis di level awas. Hanya saja gunung akan memberi petanda tertentu jika akan meletus seperti seringnya terjadi gempa. Umumnya, jika terjadi gempa tremor atau getaran di tanah secara terus menerus dalam waktu lama, letusan akan terjadi dalam waktu dekat.

Sutopo mengatakan, jumlah pengungsi saat ini lebih dari 48 ribu jiwa dengan sebagian besar adalah penduduk yang tinggal di sekitar Gunung Agung dalam radius 6-12 kilometer dari gunung. Sedikitnya terdapat 301 titik posko pengungsian yang tersebar di sembilan kabupaten di Bali.

Masyarakat, kata dia, mengungsi ke berbagai tempat seperti fasilitas umum, tempat ibadah dan rumah-rumah warga. Dia mengapresiasi adanya modal sosial yang baik ketika banyak unsur masyarakat yang merelakan rumahnya menjadi tempat pengungsian.

Gunung Agung sendiri meletus terakhir kali pada 1963, yaitu pada kurun 18 Februari 1963 hingga Januari 1964. Dampak letusan saat itu menyebabkan 1.500 jiwa tewas, 1.700 rumah hancur, 225.000 jiwa kehilangan mata pencaharian dan 100.000 jiwa mengungsi. (OL-2)

Baca Juga

MI/Surya Sriyanti

Kapolda : Peredaran Narkoba Kalteng Mengkhawatirkan

👤Surya Sriyanti 🕔Kamis 02 Juli 2020, 13:33 WIB
Saat pemusnahan dihadirkan juga 10 tersangka yang diamankan dan merupakan jaringan lintas...
MI/Widjajadi

MAKI Siap Laporkan Kasus Identitas Djoko Tjandra ke Ombdusman

👤Widjajadi 🕔Kamis 02 Juli 2020, 13:25 WIB
Koordinator MAKI,Boyamin Saiman meminta Ombudsman RI untuk menelusuri mal administrasi atas bobolnya sistem kependudukan dan paspor pada...
MI/Yoseph Pencawan

PN Medan Vonis Mati Otak Pembunuh Hakim Jamaluddin

👤Puji Santoso 🕔Kamis 02 Juli 2020, 13:21 WIB
PN Medan menjatuhkan vonis hukuman mati kepada  Zuraida Hanum (41), terdakwa otak kasus pembunuhan terhadap suaminya hakim...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya