Senin 25 September 2017, 05:54 WIB

Pengungsi Gunung Agung Meningkat

Tes/RS/OL/AT/AU/JI/X-7 | Nusantara
Pengungsi Gunung Agung Meningkat

Pengungsi beraktivitas di bak truk yang parkir di kawasan GOR Suwecapura, Klungkung, Bali, kemarin. Mereka memilih tinggal sementara dan menyimpan barang bawaan di bak truk karena merasa lebih nyaman. -- ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

 

STATUS Gunung Agung hingga kemarin masih tetap awas meski terjadi peningkatan kegempaan. Hasil pengamatan di rekaman seismograf pada 24 September pukul 00.00-06.00 Wita terekam 109 kali gempa vulkanis dangkal, 178 kali gempa vulkanis dalam, dan 13 kali gempa tektonik lokal.

“Kami merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjun/wisatawan tidak berada atau melakukan pendakian maupun aktivitas apa pun di zona perkiraan bahaya, yakni di dalam radius 9 km dari kawah puncak Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah utara-timur laut, tenggara, dan selatan-barat daya sejauh 12 km,” kata Kepala Vulka­nologi dan Mitigasi Bencana Geo­logi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kasbani, melalui keterangan resminya kemarin.

Ada 42.282 pengungsi yang tersebar di delapan kabupaten dan kota di Bali. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali telah mendata berbagai kebutuhan para pengungsi, yaitu beras, minyak goreng, bum­bu dan telur, makanan siap saji, masker dan obat P3K, pakaian layak, air mineral, bubur bayi, dan sarana bermain anak.

“Ini kebutuhan yang harus se­ge­ra dipenuhi,” ungkap Kepala Seksi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana BPBD Bali, Komang Edi, di Denpasar.

Sementara itu, Pemerintah Pro­vinsi Bali akan mencairkan dana Rp5 miliar hari ini untuk mem­bantu para pengungsi.Pasca­penetapan status awas Gunung Agung, gelombang pengungsi te­rus meningkat. Hingga kemarin sudah tercatat 4.834 warga meng­ungsi di siang hari dan bertambah 10 kali lipat pada malam hari.

Di lain pihak, Kementerian Per­hubungan te­lah menyiapkan 5-7 bandara untuk ­mengantisipasi bila terjadi erupsi Gunung Agung yang lebih parah.

“Kami juga menyiapkan 300 bus yang disiagakan untuk melayani penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, apabila ingin melalui jalur darat karena gagal terbang,” kata Menteri Per-hubungan Budi Karya Sumadi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (23/9) siang. (Tes/RS/OL/AT/AU/JI/X-7)

Baca Juga

MI/Rendy Ferdiansyah

Mulai Besok, Gubernur Babel Batasi Penerbangan Sehari Sekali

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Minggu 29 Maret 2020, 12:33 WIB
Kebijakan tersebut diambil Erzaldi untuk menahan arus mobilisasi manusia dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran virus...
AFP/SONNY TUMBELAKA

Minggu Kedua April, Semua PDP Bali Dipindahkan ke RS PTN Jimbaran

👤Arnoldus Dhae 🕔Minggu 29 Maret 2020, 12:20 WIB
Seluruh PDP di Bali akan serentak dipindahkan dan dipusatkan di RSPTN Universitas Udayana minggu kedua April agar  penanganan PDP...
Antara

Pemkab Sukabumi Sterilisasi Akses Masuk di Perbatasan

👤Benny Bastiandy 🕔Minggu 29 Maret 2020, 10:40 WIB
Pemkab Sukabumi mensterilkan orang-orang yang masuk dan juga kendaraannya yang keluar dan masuk ke Sukabumi untuk menekan penyebaran...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya