Minggu 24 September 2017, 16:25 WIB

Luhut: Pertemuan IMF-WB di Bali Tunggu Perkembangan Kondisi Gunung Agung

MICOM | Ekonomi
Luhut: Pertemuan IMF-WB di Bali Tunggu Perkembangan Kondisi Gunung Agung

MI/ADAM DWI

 

BEGITU sentralnya keberadaan Gunung Agung di Bali. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengakui belum dapat memastikan batal dan tidaknya pertemuan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) yang dijadwalkan pada Oktober 2018, karena menunggu kondisi normal Gunung Agung, yang berada di Kabupaten Karangasem.

"Kami masih menunggu bagaimana kondisi Gunung Agung saat ini dan belum bisa mengatakan apakah jadwal IMF-WB di Bali, karena pelaksanaannya masih cukup lama," ujar Luhut dalam kunjungannya memantau Posko Komando Logistik di Pelabuhan Tanah Ampo, Kabupaten Karangasem, Minggu (24/9).

Sejauh ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PWMBG) Badan Geologi, Kementerian ESDM, belum menyatakan status gunung tertinggi di Bali itu meletus dan berapa besar dampak letusan yang bisa diakibatkan, serta apakah akan mengganggu aktivitas penerbangan.

"Kita lihat dulu lah, kapan Gunung Agung ini meletus. Kapan meledaknya dan seberapa besar dampak gangguannya," ujarnya dengan tegas.

Dengan kedatangan dirinya memantau posko pengungsi Gunung Agung, lanjut dia, secara tidak langsung pihaknya sudah menduga-duga bagaimana kondisi Bali ke depannya. "Terkait rencana lokasi lain untuk dilaksanaan IMF-WB, kami sedang memikirkan hal ini," ujarnya.

Menurut Luhut, pihaknya sudah berdiskusi dengan pihak terkait dan berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait hal ini. "Apapun kontinjensi untuk pelaksanaan IMF-WB ini harus dipersiapkan secara matang," ujarnya.

Dia mengharapkan, kondisi Gunung Agung tidak membawa dampak negatif terhadap masyarakat di Pulau Dewata dan wisatawan yang datang ke Bali.

Sebelumnya, Menko Luhut dalam rapat nasional persiapan pertemuan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), di Kabupaten Badung, Bali, beberapa waktu lalu mengatakan pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang dijadwalkan pada Oktober 2018 di Bali akan mendongkrak ekonomi daerah setempat, termasuk menggerakkan sektor usaha kecil menengah.

Dalam pertemuan IMF-WB yang direncanakan di Pulau Dewata itu, akan dihadiri 15 ribu orang dari 189 negara yang bergerak disektor UKM, sektor akomodasi perhotelan dan restoran.(Ant/OL-3)

Baca Juga

MI/Iiz Zatnika

Kemenkop UKM Dorong Empat Skema Bantu Koperasi Terdampak Covid-19

👤M Ilham Ramadhan 🕔Minggu 29 Maret 2020, 13:55 WIB
LPDB siap melakukan relaksasi terhadap mitra-mitra...
Istimewa

Covid-19 Tak Halangi Petani Indramayu Panen Raya Padi dan Jagung

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Maret 2020, 13:17 WIB
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Indramayu Takmid mengatakan Kementan setiap tahun menggelontorkan bantuan untuk Kabupaten...
Antara/Rahmad

Terdampak Covid-19, Pemerintah Siap Beli Produk Perikanan

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 29 Maret 2020, 10:40 WIB
Pasar produk perikanan global ikut terdampak pandemi covid-19. Mengantisipasi turunnya permintaan, pemerintah berencana  membeli...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya