Minggu 24 September 2017, 15:55 WIB

Gunung Agung Masih Berstatus Awas

Tesa Oktiana Surbakti | Nusantara
Gunung Agung Masih Berstatus Awas

ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

 

STATUS Gunung Agung per 24 September 2017 pukul 06.00 WITA tetap Awas. Peningkatan kegempaan masih terjadi pasca status Gunung Agung dinaikkan dari Siaga menjadi Awas sejak 2 hari lalu.

Melalui keterangan resmi, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kasbani menyampaikan bahwa hasil pengamatan pada rekaman seismograf, 24 September 2017 pukul 00:00 hingga 06:00 WITA, terekam 109 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 178 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), dan 13 kali Gempa Tektonik Lokal (TL).

Secara visual, gunung yang memiliki ketinggian 3.142 meter tersebut terlihat jelas hingga berkabut pada pemantauan kemarin hingga hari ini. Asap kawah putih tipis teramati dengan tinggi 50 meter di atas puncak.

Badan Geologi, Kementerian ESDM, merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung di dalam radius 9 km dari kawah puncak Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya sejauh 12 km.

Sedangkan peringatan vulkanik erupsi/letusan gunungapi Indonesia yg berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan atau Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) terakhir yang terbit tanggal 22 September 2017 pukul 08.45 terkirim dengan kode warna YELLOW. Hal tersebut terkait dengan meningkatnya aktivitas kegempaan vulkanik yang sangat signifikan. Material abu letusan belum teramati. Pesawat diimbau menghindari area Gunung Agung, namun operasional penerbangan masih normal.

VONA dikirim ke stakeholders nasional maupun internasional antara lain Ditjen Perhubungan Udara-Kementerian Perhubungan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Air Nav, Air Traffic Control, Airlines, Volcanic Ash Advisory Centers (VAAC) Darwin, dan VAAC Tokyo.

Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Agung terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Kabupaten Karangasem tentang penanggulangan bencana erupsi Agung.

Sebagaimana diketahui bahwa gunung Agung dinaikkan statusnya dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada 18 September 2017 pukul 21:00 WITA. Kemudian ditingkatkan kembali dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) pada 22 September 2017 pukul 20.30 WITA.

Berikut perkembangan rekaman seismograf Gunung Agung sejak statusnya menjadi Awas.

-Pada 22 September 2017 terekam 119 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 586 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 119 kali Gempa Tektonik Lokal (TL).

-Pada 23 September 2017 terekam 172 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 490 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 51 kali Gempa Tektonik Lokal (TL).(OL-3)

Baca Juga

MI/ Alexander P Taum

Frustasi, Penumpang KM Lambelu Nekat Terjun ke Laut

👤Alexander P Taum 🕔Rabu 08 April 2020, 00:40 WIB
Mereka nekat melakukan itu dipicu keputusan Bupati Sikka Fransiskus Robertto Diogo yang melarang KM Lambelu merapat ke pelabuhan laut...
MI/ Alexander P Taum

Tiga ABK KM Lambelu Positif Virus Korona

👤Palce Amalo 🕔Rabu 08 April 2020, 00:20 WIB
Saat ini kapal tersebut sudah diperbolehkan merapat ke dermaga untuk menurunkan sekitar 233...
MI/Susanto

13.000 Warga Cianjur Sudah Pulang Kampung

👤Benny Bastiandy 🕔Selasa 07 April 2020, 23:35 WIB
Jumlah pemudik warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang kembali ke masing-masing kampung halaman masing-masing selama mewabahnya covid-19...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya