Mencari Harta di Rumah Sendiri

Penulis: Triyanisya/Fairuz Rana Ulfah/J-1 Pada: Selasa, 10 Mar 2015, 00:00 WIB Megapolitan
Mencari Harta di Rumah Sendiri

ANTARA/RENO ESNIR

PASANGAN suami-istri Asep, 37, dan Dian, 35, tengah mengais puing-puing bangunan rumahnya yang terbakar di Jalan Jatibundar Baru, RT 15/14 Nomor 1, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, kemarin.

Rumah mereka habis dilalap api pada Kamis (3/5) lalu. Mereka berharap masih bisa menemukan barang-barang berharga yang belum sempat diselamatkan saat kebakaran.

"Saya lagi nyari ijazah suami saya dan surat-surat tanah. Kali aja masih selamat. Cuma itu yang saya harap bisa ketemu," ujar Dian sambil mengais serpihan kayu yang ia yakini sebagai lemari tempat menyimpan surat-surat berharga itu.

Sayang Dian tak berhasil menyelamatkan satu pun barangnya.

Hanya pakaian yang dikenakan serta telepon seluler yang ia punya saat ini.

Saat kebakaran terjadi, sang suami belum pulang kerja.

Dian sudah dua kali mengalami kebakaran.

Pada 2011 rumah tiga lantainya itu juga pernah terbakar akibat lilin tetangga.

Saat itu ia sempat menyelamatkan surat-surat berharga dan segala isi rumah karena hanya lantai tiga yang terbakar.

Kali ini, mau tidak mau, ia harus menerima kenyataan bahwa rumahnya nyaris rata dengan tanah. Rumah tersebut memiliki 12 kamar yang dikontrakan.

Dari situlah Dian mendapatkan penghasilan dari rumah yang ia tempati pada 2010 tersebut.

"Biaya sewa kontrakan ngebantu banget, tapi sekarang udah enggak tahu deh gimana. Suami saya kerjanya cuma kuli proyek," tutur Dian.

Di sisi lain, posko bantuan yang didirikan di sekitar kawasan kebakaran pun dipenuhi warga.

"Sekarang butuh banget kompor, kasur, juga pakaian dalam baik pria maupun wanita. Sudah ada yang beri bantuan itu, tapi masih sedikit sekali," ucap Tuti, 28, ibu satu anak yang ditemui sedang sibuk memilah seragam sekolah di tengah tumpukan kardus berisikan bantuan dari berbagai pihak.

Meski sejumlah posko bantuan didirikan oleh berbagai pihak, bantuan masih dirasakan minim oleh sejumlah warga.

Di lokasi pengungsian terlihat beberapa tenda berwarna biru telah didirikan, tetapi di sekelilingnya dipenuhi tumpukan sampah dan tanah berlumpur.

Selain itu, hingga kini aliran listrik dan air masih terputus.

Berdasarkan data yang didapat dari posko bantuan di RW 14, tercatat korban kebakaran mencapai 2.122 jiwa, yang berasal dari 533 keluarga. Adapun jumlah rumah yang rusak sebanyak 228 unit.

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More