Jumat 15 September 2017, 14:35 WIB

Kementan Sebut Capaian Upsus Siwab Masih Rendah karena Kurangnya SDM

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Kementan Sebut Capaian Upsus Siwab Masih Rendah karena Kurangnya SDM

ANTARA

 

PEMERINTAH terus berupaya untuk mengakselerasi percepatan peningkatan populasi sapi potong. Hal itu dilakukan mengingat semakin meningkatnya jumlah penduduk yang juga berimbas pada bertumbuhnya kebutuhan protein hewani.

Salah satu cara yang tengah digenjot pemerintah, melalui Kementerian Pertanian (Kementan), saat ini ialah dengan menerapkan teknologi Inseminasi Buatan (IB) yang merupakan bagian dari pelaksanaan Upaya Khusus Sapi Wajib Bunting (Uspsus Siwab).

Pada 2017, sebanyak 4 juta ekor sapi disiapkan sebagai penerima atau akseptor IB dan dari jumlah tersebut ditargetkan akan muncul 3 juta kehamilan baru.

Namun, hingga awal September, berdasarkan data kumulatif secara nasional, sapi yang sudah diberikan IB sebanyak 2.443.658 ekor atau 60,7% dari target dengan angka kebuntingan yang baru mencapai 829.555 ekor atau 27,5 % dari target. Adapun, jumlah kelahiran tercatat sebanyak 518.620 ekor.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita mengungkapkan, masih rendahnya capaian kebuntingan disebabkan beberapa kendala yakni minimnya sumber daya manusia (SDM) yang bertugas mengawal kebijakan tersebut secara langsung di lapangan.

“Jumlah petugas yang dapat melaksanakan pemeriksaan kebuntingan (PKb) masih terbatas dan mereka juga masih harus fokus membantu pelaksanaan IB. Ini membuat pemeriksaan tidak maksimal,” ujar Ketut di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Jumat (15/9).

Berdasarkan kondisi tersebut, ia mengatakan pihaknya akan segera mengambil langkah-langkah cepat seperti mengembalikan tugas dan pokok fungsi pemeriksa kebuntingan. Hal itu dilakukan dengan melibatkan tenaga medis yang ada di balai besar dan balai veteriner serta menggandeng tenaga ahli reproduksi dari fakultas kedokteran hewan dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Guna terus mendorong program Upsus Siwab lebih maksimal, Kementan akan segera mendirikan Balai Veteriner di provinsi paling timur Indonesia, Papua, tepatnya di Jayapura.

Kegiatan tersebut akan dimulai dengan pembelian tanah yang dilakukan pada tahun ini dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2017.

Selain hendak mendirikan Balai Veteriner, Ketut mengatakan pihaknya kini juga tengah mengkaji dan mengupayakan hadirnya Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perbibitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak di Merauke, Papua.

“Kami berharap pemerintah setempat dapat berkoordinasi dengan baik sehingga lahan yang dibutuhkan segera dapat dipersiapkan,” ujar Ketut.

Wakil Bupati Merauke Sularso menyatakan pihaknya siap menyediakan lahan sebagai tempat pengembangan sapi. Ia memilih lokasi yang dekat dengan lahan sawah untuk dapat menciptakan integrasi sapi-padi.

"Hal ini untuk saling memanfaatkan. Limbah padi nanti digunakan untuk pakan ternak sementara kotoran hewan dapat digunakan untuk pupuk padi di sawah,” ungkapnya.

Selain itu, Pemerintah setempat juga telah menyiapkan tanah seluas 260 hektare (ha) dengan kandang besar berkapasitas 200 ekor di distrik Purik sebagai lokasi pembiakan sapi indukan siap potong. (OL-6)

Baca Juga

Ist

Tetap Positif di Masa Krisis, TASPEN Raih Penghargaan idAAA

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 03:20 WIB
Peringkat idAAA mencerminkan karakteristik kesehatan keuangan yang terbaik karena idAAA adalah peringkat tertinggi atas kesehatan keuangan...
ANTARA

Tepat Memilih Masker saat Pandemi

👤MI 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 00:30 WIB
AKTIVITAS di era new normal selama masa pandemi coronavirus disease (covid-19) mengharuskan masyarakat menggunakan...
Dok. Pribadi

Buruh Diminta Ikut AKtif Membahas RPP UU Cipta Kerja

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 00:11 WIB
"Maka kami sebagai bagian dari kelompok aktivis buruh mengajak rekan-rekan kami yang lain untuk saatnya kita fokus pada pembahasan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya