Demi Kedelai, Pendamping Dikirim

Penulis: Agus Utantoro Pada: Jumat, 08 Sep 2017, 04:01 WIB Nusantara
Demi Kedelai, Pendamping Dikirim

ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

PEMERINTAH sudah mematok swasembada kedelai bisa direalisasikan pada 2018. Untuk itu, Kementerian Pertanian akan menerjunkan ribuan pendamping petani, terdiri dari dosen, mahasiswa, dan petani muda. "Pendamping yang diterjunkan berjumlah 5.400 orang. Mereka akan bertugas untuk memastikan peningkatan produktivitas," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Momon Rusmono, di Yogyakarta, Kamis (7/9).

Ia menjelaskan kedelai menjadi perhatian khusus karena merupakan satu-satunya komoditas unggulan Indonesia yang belum mencapai swasembada, yang sudah dicapai padi dan jagung.
Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, kedelai masih diimpor. Dengan pencapaian swasembada, Momon yakin ke depan Indonesia tidak akan mengimpor kedelai lagi. Saat ini, lahan yang sudah disiapkan mencapai 500 ribu hektare yang tersebar di sejumlah daerah.

"Aktivitas pembenihan hingga penanaman kedelai akan dikawal mulai Oktober hingga Desember. Biaya program ini akan diambil dari APBN perubahan," lanjutnya. Selain kedelai, menurut Momon, program pendampingan itu juga akan menyasar komoditas strategis lainnya seperti bawang putih, bawang merah, serta aneka cabai. Ribuan pendamping itu akan diambil dari 40 perguruan tinggi mitra Kementerian Pertanian dan tujuh sekolah tinggi penyuluhan pertanian.

Di Jawa Barat, areal penanaman kedelai paling luas berada di Kabupaten Indramayu. Dari total 750 ribu hektare di 20 provinsi, daerah itu kebagian 7.000 hektare. "Indramayu ditargetkan menjadi salah satu sentra penghasil kedelai di Jawa Barat. Untuk prog-ram kedelai ini sudah disiapkan 7.000 hektare lahan baru milik Perhutani," Kepala Subdirektorat Kedelai, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Mulyono.

Kepala Divisi Regional Perhutani Jawa Barat-Banten Andi Purwadi menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan lahan penanaman kedelai seluas 14 ribu hektare. "Indramayu menjadi daerah dengan lahan terluas."

Sawah baru
Untuk mencapai ketahanan pangan, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung, menargetkan bisa mencetak sawah baru seluas 2.200 hektare pada 2016. Namun, berbagai kendala menghadang sehingga realisasi sawah baru sampai kemarin hanya mencapai 2.000-an hektare. "Saat ini, luas sawah lama 783 hektare. Pencetakan sawah baru merupakan upaya untuk mencapai ketahanan pangan," aku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka, Kemas Arpandi Rahman.

Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fatah mengakui karena sejumlah kendala, panen padi di Kabupaten Bangka hanya bisa dilakukan satu kali dalam satu tahun. "Untuk memaksimalkan lahan, petani harus juga menanam jagung, sayuran, dan kacang." Di Yogyakarta, Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X meminta para petani mengembangkan pangan lokal, seperti umbi-umbian. Jenis pangan itu mempunyai manfaat sebagai pangan fungsional. (UL/RF/AT/RS/LN/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More