Rabu 30 Agustus 2017, 07:36 WIB

Akbar Faizal Tuding Elza Kaki Tangan Nazaruddin

Dro/Mtvn/Ant/P-2 | Politik dan Hukum
Akbar Faizal Tuding Elza Kaki Tangan Nazaruddin

Anggota DPR dari Fraksi NasDem Akbar Faisal (tengah) menunjukan surat laporan dan bukti-bukti setelah melaporkan pengacara Elza Syarief ke Bareskrim Polri pada Senin (28/8). -- MI/M. Irfan

 

PERSETERUAN antara anggota Komisi III DPR Akbar Faizal dan pengacara Elza Syarief belum mereda. Bahkan, Akbar Faizal kembali melemparkan tudingan.

Akbar menuding Elza melakukan pembunuhan karakter karena perintah mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Na­zaruddin.

“Pembunuhan karakter dan fitnah oleh Elza ini diduga kuat dilakukan karena Na­zaruddin merasa terganggu,” kata Akbar dalam keterangan tertulis yang diberikan, Selasa (29/8).

Nazaruddin terganggu lantaran Akbar membongkar secara sistematis pohon korupsi Nazaruddin pada 21 September 2016 dan 18-19 Januari 2017.

Itu termasuk bagaimana modus Nazaruddin masih mengendalikan bisnis dan perusahaannya dari dalam penjara.

“Sebagai bentuk perlawan­an, Nazaruddin memerintahkan Elza Syarief untuk melakukan serangan pembunuhan karakter terhadap Akbar Faizal,” ucap dia.

Menurut Akbar, bukan rahasia lagi Elza pernah menjadi narapidana pada 2002.

Menurut Akbar, Elza pernah tersandung kasus kesaksian palsu pada kasus yang menjerat Tommy Soeharto. “Namun, peristiwa itu tidak memberikan efek jera kepada Elza. Elza juga merupakan pengacara Nazaruddin, koruptor kakap yang telah kita ketahui sepak terjangnya,” ucap dia.

Akbar juga menyoroti pengakuan mantan staf Nazaruddin, Minarsih, bahwa Elza menjadi mediator penyuapan komisioner KPK saat itu, Adnan Pandu Praja, sebesar Rp1 miliar.

“Elza berusaha membantah. Namun, Elza sama sekali tidak melakukan hal-hal yang perlu untuk membuktikan bahwa tudingan itu benar atau salah,” ucapnya.

Minarsih dan anak buah Nazaruddin lainnya, Marisi Matondang, bersedia dan menunggu untuk dikonfrontasi dengan Elza. Akbar pun memberikan gambar pohon dugaan korupsi Nazaruddin, di antaranya tujuh proyek pada 2006, 16 proyek pada 2007, 10 proyek pada 2008, 25 proyek pada 2009, dan 32 proyek pada 2010.

Sebelumnya, Elza dilaporkan Akbar ke Bareskrim Polri pada Senin (28/8). Pelaporan itu disebabkan Akbar menilai kesaksian Elza di hadapan penyidik dan pengadilan tipikor pada Senin (21/8) terkait dengan kasus KTP elektronik tidak berdasar.

Kemarin, Elza mendatangi KPK untuk berdiskusi soal laporan Akbar ke Bareskrim Polri. “Apakah saya sebelumnya ada perselisihan dengan Akbar Faisal? Saya bilang saya tidak pernah ada perselisihan apa pun dengan Akbar Faisal, justru dia teman saya tetapi sudah beberapa tahun tidak pernah komunikasi,” kata Elza. (Dro/Mtvn/Ant/P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More