Kamis 24 Agustus 2017, 08:00 WIB

Tim Karate Lampaui Target

Nurul Fadilah dari Kuala Lumpur, Malaysia | Olahraga
Tim Karate Lampaui Target

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

DI tengah kegagalan sejumlah cabang dalam meraih medali emas di SEA Games Kuala Lumpur 2017, tim karate justru sukses melewati target yang ditetapkan Satlak Prima.

Kesuksesan itu didapat tim karate setelah merebut medali emas ketiga mereka, kemarin.

Karateka putri Cok Istri Agung Sanestya Rani menjadi pahlawan Indonesia.

Ia merebut medali emas ketiga cabang karate dari nomor kumite -61 kg, kemarin.

Cok Istri menjadi kampiun setelah di final di luar dugaan berhasil mengalahkan karateka andalan Thailand Arm Sukkiaw dengan skor telak 7-0.

"Tentu saja saya senang bisa mendapat medali emas. Ini yang saya impikan, apalagi ini emas pertama saya di SEA Games," kata Cok Istri selepas pengalungan medali.

"Sebetulnya saya juga tidak menyangka bisa menang telak. Di pertandingan tadi, saya mencoba membaca permainan lawan dari awal. Pelatih juga kasih instruksi," lanjut karateka asal Bali itu.

Sebelumnya cabang karate juga menyumbang emas lewat karateka putra Iwan Didu Sirait.

Ia menyumbang emas dari nomor kumite -55 kg putra setelah di final mengalahkan karateka Filipina John Paul dengan skor 10-4.

Sehari sebelumnya, karateka putri Srunita Sari Sukatendel menjadi yang terbaik di nomor kumite putri -50 kg.

Dari cabang renang, Triady Fauzi kembali harus mengakui keunggulan perenang Singapura Joseph Isaac Schoolin di National Aquatic Centre, Bukit Jalil, Malaysia.

Kali ini ia harus mengakui keunggulan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 itu di nomor 100 meter gaya kupu-kupu.

Sebelumnya Triady juga harus menyerah di nomor 50 meter gaya kupu-kupu.

"Saya cukup bahagia dengan hasil apa yang tadi saya dapat. Ini best time saya tahun ini. Sebenarnya best time saya 52,77, tapi hingga saat ini belum tercapai lagi."

Gagal hattrick

Dari cabang lompat jangkit, Maria Natalia Londa tak bisa menyembunyikan kekecewaan setelah hanya meraih perak dalam pertandingan SEA Games Kuala Lumpur 2017, kemarin.

Atlet asal Bali itu harus puas finis di posisi kedua pada laga final yang berlangsung di Sta-dion Bukit Jalil, kemarin.

Dari enam kali lompatan, Maria hanya mampu mencetak poin terbaik yakni 13,52 meter, kalah dari rival terberatnya asal Vietnam, Vu Thi Men, yang meraih emas dengan catatan 14,15 meter.

Medali perunggu diraih atlet Thailand Parinya Chuaimaroeng dengan catatan 13,32 meter.

Peraih emas nomor lompat jauh Asian Games Incheon 2014 itu pun gagal mempertahankan gelar juara yang diraihnya pada SEA Games Myanmar 2013 dan SEA Games Singapura 2015.

Sambil menahan air mata yang terus menetes, Maria pun mengakui persiapannya selama ini masih kurang maksimal.

"Jelas, dari dua tahun terakhir, setelah saya pecah rekor di Singapura, ini pertama kalinya lompatan terbaik saya setelah istirahat begitu lama akibat cedera di nomor lompat jangkit. Mungkin karena saya belum siap menerima lompatan sebaik dua tahun lalu," ujar Maria.

Pelatih Maria Londa, I Ketut Pageh, mengatakan Maria memang sudah sembuh dari ce-dera robek tendon kiri yang dideritanya saat SEA Games 2015.

Meskipun belum ada bukti apakah cedera tersebut memengaruhi kondisi Maria, Pageh mengatakan harus memastikan hal tersebut agar tidak memengaruhi performa anak asuhnya di nomor lompat jauh.

"Maria memerlukan penguatan pada kakinya setelah sudah menjalani tahap penyembuhan. Saya akan coba konsultasikan kepada dokter tentang kondisi Maria sehingga saya bisa tahu apa yang bisa saya terapkan pada Maria," tandas Pageh.

(R-3)

Baca Juga

PAU BARRENA / AFP

MotoGP Italia dan Catalunya Resmi Ditunda

👤Akmal Fauzi 🕔Selasa 07 April 2020, 21:17 WIB
Keputusan itu disepakati oleh Dorna Sports selaku promotor bersama Federasi Balap Motor Dunia (FIM) dan Asosiasi Tim MotoGP...
ANTARA/Gusti Tanati

Keputusan Soal Penyelenggaraan PON 2020 jangan Gegabah

👤Akmal Fauzi 🕔Selasa 07 April 2020, 20:05 WIB
Jika PON 2020 ditunda setahun, berbagai hal harus dipertimbangkan pemerintah terutama soal...
ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Persiapan PON 2020 Terhambat Covid-19

👤Akmal Fauzi 🕔Selasa 07 April 2020, 18:55 WIB
Penundaan PON 2020 akan diputuskan setelah pemerintah mendapat masukan dari berbagai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya