Ikan Mas Menghasilkan Alkohol untuk Bertahan di Musim Dingin

Penulis: Administrator Pada: Sabtu, 19 Agu 2017, 13:00 WIB Teknologi
Ikan Mas Menghasilkan Alkohol untuk Bertahan di Musim Dingin

CHICCODODIFC

PARA ilmuwan di Universitas Oslo dan Liverpool menemukan rahasia di balik kemampuan luar biasa ikan mas untuk menghasilkan alkohol sebagai cara bertahan hidup di musim dingin yang keras di bawah danau yang beku.

Manusia dan sebagian besar hewan vertebrata lainnya mati dalam beberapa menit tanpa oksigen. Namun, ikan mas dapat bertahan selama berhari-hari, bahkan berbulan-bulan, dengan air bebas oksigen di dasar kolam yang tertutup es.

Ikan tersebut dapat mengubah asam laktat yang diproduksi secara anaerobik menjadi etanol, yang kemudian berdifusi melalui insangnya ke air sekitarnya dan menghindari pembentukan asam laktat yang berbahaya di tubuh.

Mekanisme molekuler di balik kemampuan yang sangat tidak biasa (di antara vertebrata) itu telah dipublikasikan di jurnal Scientific Reports.

Tim peneliti internasional itu menemukan otot ikan mas mengandung dua set protein yang digunakan untuk menyalurkan karbohidrat ke dalam mitokondria sel. Ini merupakan langkah kunci untuk produksi energi.

Satu set protein memiliki fungsi yang sangat mirip dengan spesies lainnya, set kedua mengandung protein yang sangat aktif, meski tidak ada oksigen. Kondisi itu memungkinkan penyaluran substrat metabolik ke formasi etanol di luar mitokondria.

Ahli fisiologi evolusioner Dr Michael Berenbrink di University of Liverpool mengatakan, “selama berada di perairan yang bebas, oksigen di kolam tertutup es. Konsentrasi alkohol dalam ikan mas bisa ditemukan lebih dari 50 mg per 100 mililiter. Itu berada di atas batas minum-minuman di sejumlah negara.”

“Namun, kondisi itu masih jauh lebih baik daripada mengonsumsi asam laktat, jika tidak memiliki oksigen,”

Peneliti utama Dr Cathrine Elisabeth Fagernes, dari Universitas Oslo mengatakan, “Produksi etanol memungkinkan ikan mas menjadi satu-satunya spesies ikan yang bertahan dan mengeksploitasi lingkung­an yang keras ini, sehingga menghindari persaingan dan melarikan diri dari predasi oleh spesies ikan lain di perairan beroksigen yang lebih baik.”

Penelitian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara ilmuwan di University of Liverpool, Inggris, dan University of Oslo, Norwegia, yang didanai Dewan Riset Norwegia. (Sciencedaily/Grt/L-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More