Minggu 30 Juli 2017, 20:28 WIB

Gubernur Aceh Pantau Kebakaran Lahan Gambut

Ferdian Ananda Majni | Nusantara
Gubernur Aceh Pantau Kebakaran Lahan Gambut

MI/Ferdian Ananda

 

UNTUK memastikan kondisi pemadaman kebakaran lahan gambut di 6 kecamatan Kabupaten Aceh Barat, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, memantau langsung dengan mengunakan pesawat pribadinya terhadap 79 hektare hutan dan lahan dari udara, Minggu (30/7) siang.

Dari pantauan Media Indonesia, pesawat jenis Shark Aero itu terlihat mengitari langit kawasan Aceh Barat beberapa menit, sebelum mendarat di Bandara Cut Nyak Dhien, Meulaboh, Kabupaten Nagan Raya.

Irwandi mengatakan, kehadirannya di Kabupaten Aceh Barat, selain menghadiri agenda lain, juga ingin memastikan upaya pemadaman kebakaran lahan gambut yang dilakukan tim Satgas Karhutla, sejak sepekan lalu.

"Sejak awal kebakaran, saya mau pantau lokasi kebakaran lahan, tapi karena saya sedang ada agenda di luar dan berangkat ke Jakarta, makanya baru hari ini saya datang untuk melihat langsung kondisi kebakaran lahan di Aceh Barat," kata Gubernur di Meulaboh, Aceh Barat, Minggu petang.

Ia menjelaskan, hasil pantauannya melalui udara, hingga kini masih ditemukan sejumlah titik yang mengeluarkan asap. Namun, jumlahnya mulai berkurang setelah dilakukan upaya pemadaman oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat dengan menggunakan dua unit helikopter serta tim Satgas Karhutla dari BPBD dan TNI/polisi melalui jalur darat.

"Hasil pantauan tadi, kondisinya masih ada titik asap di sana sini, tapi sudah berkurang. Apalagi, setelah turun hujan pascadilaksanakan salat istisqa, Allah mengirimkan hujan. Mudah-mudahan dengan turun hujan lagi, api benar-benar padam," sebutnya.

Ia menambahkan, terkait karhutla yang berdampak polusi asap sehingga menganggu kesehatan masyarakat Aceh Barat, pemadaman itu akan lebih efektif ketika hujan turun menguyur Kabupaten Aceh Barat dan sekitarnya.

"Jadi saat ini, bisa dikatakan upaya pemadaman akan efektif, dengan turunnya hujan yang lebat sehingga titik api hilang dan kabut asap juga menghilang," tuturnya.

Ia menyebutkan, Pemerintah Aceh melarang pemanfaatan lahan gambut menjadi kawasan perkebunan. Apalagi, proses pembersihan lahan dilakukan dengan cara membakar, sehingga menimbulkan bencana asap.

"Yang jelas lahan gambut tidak bisa digarap karena ada pembakaran. Saya tidak percaya, api terpantik dengan sendirinya, jadi yang jelas ada pembakaran," lanjutnya.

Irwandi juga meminta secara tegas, agar pihak kepolisian mengungkapkan aktor di balik pembakaran hutan dan lahan di Kabupaten Aceh Barat.

"Polisi tindak tegas pelaku agar kejadian ini tidak terulang lagi. Jangan ada lagi orang yang coba-coba bakar lahan. Setelah dia bakar lahan, kerugian akan berdampak pada semua orang," terangnya.

Gubernur mengaku, tidak mengingikan Aceh menjadi kawasan yang mengalami polusi udara terburuk. Bahkan, cara pemanfatan lahan dengan menimbulkan permasalahan besar bagi pihak lainnya.

"Jangan dijadikan Aceh seperti Riau, Jambi, dan kawasan lainnya yang penuh asap karena pembukaan lahan dengan dibakar," tegasnya.

Ia juga mengimbau seluruh pihak agar menjaga lingkungan dan mendukung pelestarian hutan sehingga alam tetap terjaga di Aceh. (MR/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More