Kamis 15 Juni 2017, 05:45 WIB

Arus Uang Masa Ramadan Tembus Rp66,5 T

Fetry Wuryasti fetry@mediaindonesia.com | Ekonomi
Arus Uang Masa Ramadan Tembus Rp66,5 T

MI/USMAN ISKANDAR

 

BANK Indonesia (BI) menyatakan arus uang yang keluar dari bank sentral (outflow) selama 11 hari kerja, terhitung dari 29 Mei-13 Juni 2017, sudah mencapai Rp66,5 triliun. Jumlah itu sekitar 39,8% dari total proyeksi kebutuhan uang selama Ramadan dan Idul Fitri sebesar Rp167 triliun. Menurut Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi, persentase penarikan terbesar dilakukan sektor perbankan, dengan jumlah RpRp55,9 triliun atau 82,8%.

“Dalam beberapa hari mendatang jumlah ini akan terus bertambah, sejalan dengan pembayaran gaji maupun tunjangan hari raya (THR) pegawai negeri dan pegawai swasta,” ujar Suhaedi, di Jakarta, Rabu (14/6). BI, lanjut dia, akan terus menyediakan layanan penukaran uang khususnya uang pecahan kecil bagi masyarakat. Bahkan bank sentral menggandeng beberapa bank nasional termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang beranggotakan empat bank pemerintah.

Tidak hanya di kota-kota besar di Indonesia, BI bersama perbankan pun menyediakan layanan penukaran uang di daerah terpencil, terluar, dan terdalam di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu dilakukan untuk memastikan uang yang ada di masyarakat adalah uang layak edar. Layanan penukaran uang baru, menurut dia, akan disebar di 1.136 wilayah terpencil, terluar, dan terdepan. Rincian pembagiannya ialah PT Bank Mandiri (persero) Tbk sebanyak 528 titik, PT Bank Rayat Indonesia (persero) Tbk sebanyak 303 titik, PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk sebanyak 205 titik, dan PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk sebanyak 100 titik di seluruh Indonesia.
“Kegiatan penukaran uang serentak ini baru pertama kali dilakukan bersama-sama dengan jumlah sangat besar dan menyebar. Diharapkan, bukan hanya saat sekarang menjelang Lebaran, melainkan juga dilakukan secara sistematis, reguler, dan berkesinambungan di masa mendatang.”

THR cair
Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengungkapkan tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 pegawai negeri sipil (PNS) seluruh Indonesia baru akan dibayarkan pekan depan. Hal itu disebabkan peraturan pemerintah (PP) yang mengatur hal tersebut baru ditandatangani Presiden Joko Widodo minggu ini.
“Minggu depan mungkin karena minggu ini PP baru diteken Presiden,” kata dia seusai menghadiri rapat kerja di Komisi XI DPR RI, kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/6).

Setelah PP diteken Presiden, dilanjutkan dengan penerbitan peraturan menteri keuangan (PMK) yang ditetapkan Direktur Jenderal Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono. Selanjutnya, satuan kerja mengajukan surat perintah membayar (SPM) anggaran ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Dengan begitu, THR dan gaji ke-13 dapat dibayarkan minggu depan. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mul­yani Indrawati mengatakan alokasi anggaran sebesar Rp23 triliun untuk gaji ke-13 dan THR bagi para PNS sudah ada di UU APBN 2017 dan di­setujui DPR. (MTVN/E-4)

Baca Juga

MI/Iiz Zatnika

Kemenkop UKM Dorong Empat Skema Bantu Koperasi Terdampak Covid-19

👤M Ilham Ramadhan 🕔Minggu 29 Maret 2020, 13:55 WIB
LPDB siap melakukan relaksasi terhadap mitra-mitra...
Istimewa

Covid-19 Tak Halangi Petani Indramayu Panen Raya Padi dan Jagung

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Maret 2020, 13:17 WIB
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Indramayu Takmid mengatakan Kementan setiap tahun menggelontorkan bantuan untuk Kabupaten...
Antara/Rahmad

Terdampak Covid-19, Pemerintah Siap Beli Produk Perikanan

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 29 Maret 2020, 10:40 WIB
Pasar produk perikanan global ikut terdampak pandemi covid-19. Mengantisipasi turunnya permintaan, pemerintah berencana  membeli...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya