Rabu 14 Juni 2017, 16:07 WIB

Kalbe Farma Optimistis Kinerja Bertumbuh di Kuartal II

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Kalbe Farma Optimistis Kinerja Bertumbuh di Kuartal II

ANTARA/AUDY ALWI

 

PT Kalbe Farma Tbk optimis dapat membukukan kinerja yang lebih baik pada kuartal kedua 2017. Keyakinan tersebut didasarkan pada Ramadan dan Lebaran yang jatuh pada periode tersebut.

"Ramadan dan Idul Fitri itu penting. Lumayan yang kami harapkan. Tarikan penjualan yang lebih besar pasti datang dari produk kesehatan, vitamin, nutrisi karena masyarakat pasti mengonsumsi lebih banyak," ujar Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius di Jakarta, Selasa (14/6) malam.

Selain dari penjualan, ia juga berharap pada sektor logistik yang telah disiapkan jauh-jauh hari menjelang Ramadan.

"Kalau dari distribusi, logistik, kami telah antisipasi menjelang Mei. Semua sudah kami siapkan secara ekstra di cabang-cabang. Produk memang yang paling penting tetapi kan logistik juga tetap harus lancar," tukasnya.

Ia menyebutkan kenaikan pada periode Ramadan dan Lebaran dapat mencapai 20% dari rata-rata pendapatan bulanan.

"Jadi, jika dibandingkan kuartal I, seharusnya kuartal II lebih tinggi. Lebih positif dan terus berlanjut di sepanjang 2017. Kami harapkan pertumbuhan bisa mencapai 8%-10%," tuturnya.

Secara total, kinerja penjualan Kalbe Farma pada kuartal I 2017 tercatat sebesar Rp4,89 triliun. Angka tersebut lebih besar 7,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp4,54 triliun.

Dari empat segmen bisnis yang digeluti, semua tercatat mengalami kenaikan. Rinciannya, pendapatan dari obat resep sebesar Rp1,2 triliun atau tumbuh 4,5% dari periode sama tahun sebelumnya.

Disusul produk kesehatan tercatat sebesar Rp880,5 miliar atau tumbuh 10,7% dari periode sama tahun sebelumnya. Dari segmen nutrisi menyumbang Rp1,41 triliun atau tumbuh 12,1%. Serta distribusi dan logistik sebesar Rp1,39 triliun yang tumbuh 4,4% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

"Ini sudah baik walaupun masih di bawah target yang kami canangkan yakni 8%," papar Vidjongtius.

Selain dari sisi internal, optimisme pertumbuhan kinerja pada kuartal II juga didasarkan pada kondisi perekonomian yang stabil di dalam negeri.

"Untuk industri farmasi, rupiah adalah komponen yang penting sekali. Rupiah yang stabil seperti saat ini membuat biaya produksi juga stabil karena sebagian besar bahan baku masih harus didatangkan dari luar negeri," terangnya.

Sekarang, sambungnya, pemerintah juga tengah aktif mengundang investor asing untuk menanamkan modal di dalam negeri, khususnya di sektor produksi bahan baku obat.

"Karena ini membutuhkan dana yang sangat besar serta teknologi yang canggih. Kami pun membuka diri dengan langkah ini," ucapnya.

Di luar kinerja, pada tahun ini Kalbe Farma menganggarkan dana sebesar Rp1,2 triliun untuk belanja modal (capital expenditure/capex). Hingga Maret 2017, tercatat perusahaan baru menggunakan dana capex sebesar Rp200 miliar.

Vidjongtius mengungkapkan 80% dari dana terebut akan dialokasikan kepada tiga pabrik yang terletak di Cikarang, Jawa Barat dan Pulo Gadung, Jakarta.

"Capex Rp 1,2 triliun tahun ini untuk tiga pabrik. ita ada pabrik di Cikarang dua dan Pulo Gadung. Juga untuk pemeliharaan mesin-mesin yang ada," ungkapnya.

Dana capex, imbuhnya, juga akan dioptimalkan untuk sektor distribusi.

Dalam bisnis logistik, Kalbe Farma saat ini tengah melakukan kajian untuk membangum cabang di wilayah timur Indonesia tepatnya di Sorong, Papua Barat dan Halmahera, Maluku Utara.

"Distribusi itu kami bikin gudang atau cabang. Totalnya, saat ini cabang distribusi ada 72 dan tersebar di 52 kota," tuturnya. (OL-6)

Baca Juga

MI/Iiz Zatnika

Kemenkop UKM Dorong Empat Skema Bantu Koperasi Terdampak Covid-19

👤M Ilham Ramadhan 🕔Minggu 29 Maret 2020, 13:55 WIB
LPDB siap melakukan relaksasi terhadap mitra-mitra...
Istimewa

Covid-19 Tak Halangi Petani Indramayu Panen Raya Padi dan Jagung

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Maret 2020, 13:17 WIB
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Indramayu Takmid mengatakan Kementan setiap tahun menggelontorkan bantuan untuk Kabupaten...
Antara/Rahmad

Terdampak Covid-19, Pemerintah Siap Beli Produk Perikanan

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 29 Maret 2020, 10:40 WIB
Pasar produk perikanan global ikut terdampak pandemi covid-19. Mengantisipasi turunnya permintaan, pemerintah berencana  membeli...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya