Rabu 14 Juni 2017, 13:21 WIB

PT Arutmin akan Tutup Tambang Senakin

Denny S | Ekonomi
PT Arutmin akan Tutup Tambang Senakin

MI/DENNY SAPUTRA

 

PT Arutmin Indonesia akan segera menutup lokasi tambang batubara di Site Senakin, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan menyusul semakin menipisnya cadangan batubara kalori tinggi di wilayah tersebut. Arutmin akan fokus pada eksploitasi batubara kalori sedang dan rendah untuk memasok kebutuhan batubara PLTU di Tanah Air.

"Saat ini deposit batubara kalori tinggi terutama yang ada di areal konsesi PT Arutmin semakin menipis. Tetapi untuk cadangan batubara kalori rendah masih banyak tersedia yang selama ini belum masuk nilai ekonomis untuk ditambang," ungkap Sudirman Widi, General Manager Operation PT Arutmin Indonesia, Rabu(14/6).

Menyusul semakin menipisnya deposit batubara kalori tinggi (kalori 6.000 ke atas) ini pihaknya akan segera
menutup tambang di Site Senakin, Kotabaru. Tambang ini merupakan generasi pertama yang sudah beroperasi sejak 1989 lalu.

Dikatakan Sudirman sebenarnya dalam tiga tahun terakhir aktifitas pertambangan di Senakin praktis sudah terhenti tinggal menyisakan sedikit kegiatan saja. Terlebih sebelumnya terjadi pemutusan hubungan kerja dengan pihak kontraktor tambang yang berimbas pada PHK pekerja tambang. Dengan akan ditutupnya tambang Senakin ini PT Arutmin hanya mengandalkan produksi batubara kalori sedang yang ada di dua kabupaten lain di Kalsel yaitu Tanah Laut dan Tanah Bumbu.

PT Arutmin Indonesia merupakan salah satu perusahaan tambang skala besar PKP2B generasi pertama yang beroperasi di Kalsel bersama PT Adaro Indonesia. Perusahaan ini menargetkan produksi batubara pada 2017 sebesar 35 juta ton atau naik 5 juta ton dari produksi 2016 sebesar 30 juta ton. Produksi batubara Arutmin 50 persen dipasok untuk kebutuhan energi PLTU dalam negeri.

Produksi batubara terbesar disumbang PT Adaro Indonesia dengan produksi 2016 lalu mencapai 52 juta ton dan menargetkan produksi sebesar 54 juta ton pada 2017 ini. Total produksi batubara Kalsel per tahun sekitar 120 juta ton.

"Bisnis batubara ini belum bisa dibilang membaik karena harganya berfluktuasi," tambahnya.

Izin PKP2B PT Arutmin Indonesia akan berakhir pada 2020 mendatang. Dikatakan Sudirman izin PKP2B tersebut sesuai aturan pemerintah jika diperpanjang akan berubah menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Sebelumnya perusahaan tambang PKP2B PT Jorong Barutama Grestone yang beroperasi di Jorong, Tanah Laut juga telah menyatakan menutup kegiatan tambang terkait kondisi cadangan batubara habis. Saat ini perusahaan tersebut tengah melakukan tahapan kegiatan pemulihan lingkungan pasca tambang.

Di sisi lain Pemprov Kalsel akan mencabut perizinan 303 perusahaan tambang (IUP) yang tidak memenuhi ketentuan CnC dari pemerintah. Sebagian dari IUP tersebut sudah berhenti beroperasi. (OL-5)

Baca Juga

DOK: SINARMAS LAND

Sinar Mas Land Siapkan Bantuan 25.000 Alat Uji Covid-19

👤RO 🕔Selasa 07 April 2020, 21:10 WIB
Puluhan ribu rapid test kit tersebut rencananya diserahkan ke Kementerian Kesehatan sebanyak 12.500 alat dan sisanya ke sejumlah pemerintah...
Antara

Menteri PUPR Bakal Minta Relaksasi Pembayaran Kewajiban Jalan Tol

👤Antara 🕔Selasa 07 April 2020, 20:49 WIB
Jalan tol mengalami penurunan sekitar 40 sampai dengan 60 persen dari LHR pada hari-hari...
Antara

Pemerintah Percepat Program Padat Karya Tunai

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 07 April 2020, 20:08 WIB
Kementerian Koordinator Perekonomian tengah menyiapkan sejumlah program guna melindungi masyarakat dari dampak penyebaran virus korona...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya