Selasa 13 Juni 2017, 13:53 WIB

TNI akan Gelar Aksi Doa Bersama 171717

Benny Bastiandy | Politik dan Hukum
TNI akan Gelar Aksi Doa Bersama 171717

MI/RAMDANI

 

TENTARA Nasional Indonesia menginisiasi aksi doa bersama 171717. Aksi itu memiliki makna mengimplementasikan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

"Jadi begini, Presiden Jokowi mengatakan kita harus mengimplementasikan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dan kemarin 1 Juni lahirnya Pancasila kan gitu. Nah kemudian ada momentum baik pada saat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2017 jam 17.00 WIB. Kan proklamasi dulu baru Pancasila," terang Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo seusai mengisi orasi ilmiah dalam sidang terbuka senat akademik milad Universitas Muhammadiyah Sukabumi ke- 14 di Gedung Anton Soejarwo Sekolah Pembentukan Perwira Polisi, Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (13/6).

Sebagai langkah awal, Gatot mengajak seluruh elemen masyarakat di Indonesia mengimplementasikan sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan yang Maha Esa dengan cara doa bersama-sama. Bagi umat muslim yang tahfidz, nanti mereka akan dikumpulkan di setiap daerah untuk melaksanakan khataman Alquran mulai pukul 17.00 WIB hingga 18.00 WIB.

"Nanti ditutup salat maghrib berjamaah. Di tempat tersendiri, nanti yang beragama katolik berdoa bersama dipimpin pendeta. Begitu juga yang beragama protestan, hindu, dan lainnya berdoa," tambah dia.

Tujuan dilaksanakan aksi doa bersama 171717 itu, sebut Gatot, agar Indonesia penuh kasih sayang. Jika semua masyarakat sudah dipenuhi rasa kasih sayang seperti sifat Allah SWT, maka Gatot yakin, tidak akan ada lagi terjadi keributan. "Tujuan berdoa ini agar Indonesia penuh kasih sayang," tegasnya.

Sementara itu mengenai orasi atau kuliah ilmiahnya dalam sidang terbuka senat akademik milad ke-14 Ummi itu, Gatot menegaskan, sumber daya alam di Indonesia luar biasa kaya. Sebagai wilayah yang berada di kawasan khatulistiwa, Indonesia menjadi satu di antara penghasil sumber daya alam.

"Di dunia, hampir 90% terjadinya perang dilatarbelakangi energi minyak. Sementara kandungan minyak sendiri diprediksi akan segera habis dan bisa digantikan dengan tumbuh-tumbuhan," tambah Gatot.

Semua sumber daya itu ada di wilayah khatulistiwa yang terbagi dalam tiga kelompok negara, yakni ASEAN, Afrika Tengah, serta Amerika Selatan. Pada tahun 2035 konsumen energi akan naik sekitar 41%. "Sehingga pada tahun 2043 energ minyak akan habis dengan jumlah penduduk 12,3 miliar.

Sebanyak 9,8 miliar penduduk mengalami krisis energi, pangan, dan air. Sedangkan yang 2,5 miliar penduduk mencari makan di ekuator (khatulistiwa), antara lain di Indonesia," ujar dia.

TNI, kata Gatot, berdasarkan undang-undang tugasnya menjaga keutuhan negara. Maka TNI bersama -sama masyarakat harus bisa menjaga keutuhan itu agar prediksi-prediksi terjadinya krisis energi, pangan, dan air, bisa ditangani. "Kita harus ikatkan kebersamaan untuk menjaga keutuhan negara," tandasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More