Selasa 13 Juni 2017, 05:30 WIB

Isu Krusial RUU Pemilu Mengerucut ke 4 Opsi

Astri Novaria | Politik dan Hukum
Isu Krusial RUU Pemilu Mengerucut ke 4 Opsi

ANTARA/WAHYU PUTRO A

 

Panitia Khusus (Pansus) RUU Penyelenggaraan Pemilu hari ini dijadwalkan kembali melakukan rapat kerja untuk mengambil keputusan terhadap lima isu krusial yang tersisa.

Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy mengatakan, disepakati atau tidak, dalam rapat kerja itu, keputusan akan tetap diambil terlepas apa pun kesepakatan lintas fraksi dalam lobi-lobi yang dilakukan.

“Akan diupayakan Musyawarah mufakat, namun langkah terakhir dengan voting juga menjadi pilihan,” ujar Lukman di Gedung DPR RI, kemarin.

Pihaknya pun menawarkan setidaknya ada empat sistem paket yang bisa menjadi opsi pertimbangan untuk fraksi-fraksi dalam pengambilan keputusan. Keempat opsi ini, kata Lukman, ada kemungkinan berubah dalam rapat besok melihat dinamika yang terjadi dalam rapat.

Adapun, keempat opsi tawaran yang dimaksudnya antara lain, opsi satu yakni ambang batas parlemen 5%, ambang batas presiden 10%-15%, dapil magnitude 3-8, sistem pemilu terbuka dan metode konversi suara sainta lague murni.

Opsi kedua yakni ambang batas parlemen 5%, ambang batas presiden 20%- 25%, dapil magnitude 3-8, sistem pemilu terbuka terbatas dan metode konversi suara sainta lague murni.

Opsi ketiga yakni ambang batas parlemen 4%, ambang batas presiden 0%, dapil magnitude 3-10, sistem pemilu terbuka, dan metode konversi suara quota harre.

Opsi keempat yakni ambang batas parlemen 4%, ambang batas presiden 10%-15%, dapil magnitude 3-10, sistem terbuka terbatas, dan metode konversi suara sainta lague murni.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Sinkronisasi RUU Pemilu yang juga Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu, Yandri Susanto optimistis lima isu krusial yang tersisa ini dapat selesai di level Pansus. Pihaknya juga telah menugaskan kepada Tim Sinkronisasi untuk merapihkan isu-isu yang sudah clear disepakati di tingkat pansus bersama dengan pemerintah. “Terhadap isu yang sudah clear kecuali lima isu ini ya. Seperti penambahan komisioner KPU RI dan Bawaslu RI kan sudah bisa disinkronkan pasal dan ayat per ayat. Besok (hari ini) tinggal yang lima isu saja. Kalau itu juga sudah clear, Timsin bisa bekerja hari Rabu (besok) dan Kamis (lusa),” pungkasnya.

Voting
Di lain sisi, anggota Pansus dari Fraksi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian memprediksi lima isu krusial tersebut akan berujung diputuskan lewat voting dalam rapat paripurna. Hal itu, kata dia, apabila seluruh fraksi masih bersikeras dengan sikapnya terhadap lima isu krusial tersebut.

“Menurut saya ini ujian, sejauh mana sikap demokratis kita. Kan ini sudah bukan level fraksi lagi. Tapi sampai kepada level petinggi partai. Jadi elite-elite partai kalau tidak berhasil ada titik temu dan masih bersikukuh dengan keyakinanya, mungkin sampai di paripurna, voting. Tidak ada cara lain,” ujar Hetifah, kemarin.

Oleh karena itu, menurutnya lobi-lobi sangat diperlukan. Hetifah mengungkapkan lobi-lobi dilakukan tidak hanya sekali pertemuan saja. Setiap detik, kata dia, akan digunakan untuk upaya lobi-lobi tersebut. Tak hanya antarpartai, menurutnya, pemerintah juga ikut terlibat dalam lobi-lobi, dengan maksud ada kesepahaman antarpembuat undang-undang sehingga dapat menempuh mekanisme musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan. “Kan tidak mungkin semua bersikeras. Bisa jadi komprominya begini, ada yang namanya take and give. Kalau semua maunya di take, terus tidak ada yang mau di give. Ya nanti hasilnya tidak bisa memuaskan,” terangnya. (X-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More