Selasa 13 Juni 2017, 01:00 WIB

Perantara Suap Dituntut 5 Tahun

Administrator | Politik dan Hukum
Perantara Suap Dituntut 5 Tahun

MI/ARYA MANGGALA

 

DEPUTI Bidang Informasi Hukum dan Kerja Sama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Eko Susilo Hadi dituntut lima tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider tiga bulan kurungan.

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi menilai Eko terbukti menerima suap dari Direktur PT Melati Technofo Indonesia (MTI) Fahmi Darmawansyah sebesar Rp2 miliar terkait dengan proyek pengadaan alat pemantauan satelit di Bakamla.

"Terdakwa Eko Susilo Hadi terbukti secara sah dan meyakinkan secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi," ujar jaksa Kresno Anto Wibowo saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin.

Hal yang meringankan terdakwa, kata jaksa, selama persidangan bersikap korporatif.

Ia mengakui kesalahannya, menyesali perbuatan, serta telah mengembalikan uang ke KPK.

Sebaliknya hal yang memberatkan, terdakwa sebelumnya mengaku hanya mengikuti perintah dan arahan dari Kepala Bakamla Laksamana Madya Arie Soedewo.

Namun, dalam prosesnya dia pun menanyakan jatah fee kepada rekannya.

Saat diperiksa sebagai terdakwa, kata jaksa, Eko mengakui adanya arahan dari Kepala Bakamla terkait dengan pembagian fee 7,5% dalam proyek tersebut.

Fee itu tidak langsung diberikan sekaligus, tapi diberikan 2% terlebih dahulu.

Arie memintanya membagi jatah 2% itu untuk Direktur Data dan Informasi Bakamla Laksamana Pertama Bambang Udoyo dan Kabiro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel Hasan masing-masing 1% (Rp1 miliar).

Atas perbuatan itu, Eko didakwa melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Atas tuntutan yang dilayangkan jaksa, Eko melalui kuasa hukumnya akan menyampaikan nota keberatan (pleidoi) pada persidang-an berikutnya.

Majelis hakim memutuskan untuk melanjutkan persidangan tersebut pada Senin (19/6) guna mendengarkan pembelaan Eko.

"Sidang akan dilanjutkan Senin pekan depan," kata hakim. (Dro/P-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More