Senin 12 Juni 2017, 22:28 WIB

Panglima Tegaskan Pentingnya Pelibatan TNI dalam RUU Terorisme

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Panglima Tegaskan Pentingnya Pelibatan TNI dalam RUU Terorisme

ANTARA FOTO/Wahyudi

 

PANGLIMA TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan keterlibatan militer sangat perlu untuk dimasukan dalam poin pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Saya katakan yang diminta oleh TNI hanya satu, divisi teroris. Itu (kasus terorisme) adalah kejahatan terhadap negara. Kita bisa melihat di (insiden) Suriah, di Filipina," ujar Gatot usai acara Buka Puasa Bersama dan Dialog dengan Pimpinan Redaksi Media Massa dan Pimpinan Organisasi Pers, di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (12/6) malam.

Ia menjelaskan, sejarah UU pidana terorisme yang saat ini masih berlaku ternyata dibuat atas desakan dunia internasional, khususnya pascaperistiwa Bom Bali I dan II. Kala itu dunia internasional meminta pemerintah Indonesia segera mengungkap perkara.

"Jadi, UU ini untuk mengungkap bom. Sehingga sebelum UU itu ada 3 bom meledak. Setelah UU ini ada 40 bom minimal yang sudah meledak. Keterlibatan TNI terserah mau diapakan. Kita perlu UU juga yang mencegah bom, bukan hanya menyidik saja," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More