Senin 12 Juni 2017, 21:25 WIB

KPK Terus Pantau Kesanggupan Polisi Tangani Kasus Novel

Ilham Wibowo | Politik dan Hukum
KPK Terus Pantau Kesanggupan Polisi Tangani Kasus Novel

ANTARA FOTO/Reno Esnir

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memantau perkembangan kasus teror penyidik seniornya, Novel Baswedan. Pengecekan kasus akan dilakukan secara periodik.

Ketua KPK, Agus Rahardjo, mengatakan, pihaknya terus mengharapkan agar kasus ini rampung diselidiki. Pengungkapan kasus tersebut dinilai akan menjadi modal kuat dalam upaya kelanjutan pemberantasan korupsi di Tanah Air.

"Makanya kita monitor terus. Nanti kan ada pertemuan kedua dengan Polda Metro Jaya, kita tanya kesanggupannya," kata Agus di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (12/6).

Pelaku penyiram air keras ke wajah Novel hingga kini masih misterius. Agus menuturkan, pihaknya juga akan mengupayakan pelibatan kewenangan tingkatan penyelidikan yang lebih tinggi.

"Kalau Polda tidak sanggup ya ke Mabes (Bareskrim Polri). Kita juga menanyakan apakah penyelidik kita bisa bergabung untuk langkah-langkah berikutnya," kata Agus.

Ia mengapresiasi dukungan pembentukan tim pencari fakta independen dalam pengungkapan kasus ini. Namun, pihak KPK sejauh ini masih percaya dengan mengandalkan kemampuan Polri.

"Kita lihat dulu kemampuan Polri, nanti kan ketemu monitoring. Dengan Polda kedua kali," ujarnya.

Kondisi Novel sendiri pun hingga kini belum ada perubahan. Mata kiri Novel masih dinyatakan belum bisa melihat dengan sempurna. Agus mengatakan, kondisi ini membuat Novel tidak diperbolehkan untuk dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian.

"Mereka (polisi) minta izin juga untuk meriksa Novel, tapi kita belum izinkan," tutur Agus.

Wajah Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal seusai pulang salat subuh di masjid dekat rumahnya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa 11 April 2017 lalu. Pelaku diduga dua orang dengan mengendarai satu sepeda motor. Saat ini, Novel sedang mendapat perawatan rumah sakit di Singapura. (MTVN/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More